Orang Tua Perlu Hadir di Dunia Digital Anak

  • 19 Jun 2026 13:53 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah mengubah pola kehidupan anak dan remaja, mulai dari cara belajar, berinteraksi, hingga mencari hiburan. Kondisi tersebut membuat peran orang tua tidak lagi hanya sebatas mengawasi aktivitas anak di dunia nyata, tetapi juga dituntut hadir dan aktif mendampingi mereka dalam ruang digital yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa dunia digital saat ini merupakan ruang baru yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas anak-anak dan remaja. Oleh karena itu, pola pengasuhan dan perlindungan yang diberikan orang tua perlu menyesuaikan dengan perkembangan zaman agar tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul di era digital.

Menurut Meutya, salah satu tantangan terbesar yang sering dihadapi orang tua adalah ketika harus membatasi penggunaan gawai atau akses internet anak. Tidak jarang, upaya tersebut menimbulkan penolakan bahkan ledakan emosi karena anak merasa kehilangan akses terhadap aktivitas yang mereka sukai. “Pendampingan orang tua di ruang digital harus berjalan seiring dengan kebutuhan anak saat ini agar mereka tetap terlindungi tanpa merasa dibatasi secara berlebihan,” ujarnya.

Sebagai upaya membantu keluarga menghadapi tantangan tersebut, Google dan YouTube meluncurkan Digital Wellbeing Guidebook atau Panduan Kesehatan Mental Remaja. Buku panduan ini disusun bersama para pakar kesehatan jiwa dan akademisi sebagai sumber informasi yang dapat menjadi rujukan bagi orang tua dalam membangun kebiasaan penggunaan teknologi digital yang sehat di kalangan remaja.

Panduan tersebut memuat berbagai informasi mengenai cara membangun komunikasi yang efektif dalam keluarga terkait penggunaan internet dan media sosial. Selain itu, orang tua juga dapat memanfaatkan panduan tersebut untuk menjelaskan alasan di balik aturan maupun pembatasan penggunaan gawai sehingga anak lebih memahami tujuan dari kebijakan yang diterapkan di rumah.

Sementara itu, Director of Government Affairs and Public Policy YouTube Asia Pacific, Celeste Campbell-Pitt, menilai bahwa keamanan digital tidak cukup hanya mengandalkan teknologi maupun aturan yang ketat. Menurutnya, diskusi terbuka antara orang tua dan anak menjadi faktor penting dalam membantu anak memahami manfaat sekaligus risiko yang ada di dunia digital. “Percakapan yang terbuka dalam keluarga dapat membangun pemahaman bersama mengenai penggunaan internet yang aman dan bertanggung jawab,” ucapnya.

Melalui komunikasi dua arah yang sehat dan terbuka, anak akan merasa lebih dihargai serta memiliki kesempatan untuk menyampaikan pandangannya. Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan hubungan yang lebih baik antara orang tua dan anak, sekaligus memperkuat pendampingan keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul di era digital yang terus berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....