Dosen UII: Kuliah dan Peningkatan Ibadah Harus Berjalan Seimbang

  • 29 Jul 2026 10:23 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kesibukan menjalani perkuliahan sering kali menjadi alasan sebagian mahasiswa mengurangi perhatian terhadap pembelajaran agama dan peningkatan ibadah. Padahal, pendidikan akademik dan penguatan nilai-nilai keislaman dinilai dapat berjalan beriringan sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan yang bermanfaat.

Pesan tersebut disampaikan Dosen Program Studi Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Ahmad Fathan Hidayatullah dalam kajian bertajuk "Sibuk Kuliah Bukan Alasan Jauh dari Agama" yang digelar FTI UII Yogyakarta, Sabtu, 25 Juli 2026.

Ahmad Fathan mengatakan dalam perspektif Islam, menuntut ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan sebagai bagian dari ibadah. Mahasiswa perlu mengevaluasi keberhasilan tidak hanya berdasarkan capaian akademik, seperti indeks prestasi dan gelar, tetapi juga dari sejauh mana ilmu yang diperoleh dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia memaparkan bahwa Islam menempatkan ilmu pada kedudukan yang sangat tinggi. Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah membaca, yang menjadi landasan penting bagi umat Islam untuk terus belajar. Selain itu, Allah SWT juga memerintahkan manusia agar senantiasa memohon tambahan ilmu sebagai bekal menjalankan kehidupan.

"Mempelajari ilmu agama maupun ilmu yang mendukung profesi merupakan kewajiban seorang muslim sesuai porsinya. Kuliah di berbagai bidang tidak hanya menjadi sarana meraih kesuksesan dunia, tetapi juga dapat bernilai ibadah apabila diniatkan untuk mencari ridha Allah SWT," katanya.

Menurut Ahmad Fathan, tantangan utama mahasiswa bukanlah padatnya aktivitas perkuliahan, melainkan kemampuan mengelola prioritas. Waktu sering kali dihabiskan untuk media sosial dan hiburan, sementara kegiatan ibadah dan memperdalam agama justru terabaikan.

"Islam mengajarkan umatnya untuk bersungguh-sungguh dalam melakukan hal-hal yang bermanfaat serta senantiasa memohon pertolongan kepada Allah SWT dalam setiap ikhtiar," ucapnya.

Untuk menjaga keseimbangan antara prestasi akademik dan kehidupan spiritual, ia menawarkan lima langkah praktis. Pertama, meluruskan niat bahwa aktivitas kuliah merupakan bagian dari ibadah. Kedua, menempatkan kewajiban kepada Allah SWT sebagai prioritas utama.

Ketiga, membangun lingkungan pertemanan yang saleh. Keempat, mengelola waktu secara disiplin antara kuliah, ibadah, dan majelis ilmu. Kelima, memperbanyak doa agar diberikan kemudahan dan keistiqamahan.

"Keberhasilan seorang mahasiswa tidak semata-mata diukur dari indeks prestasi kumulatif atau gelar akademik, tetapi juga dari sejauh mana ilmu yang dimiliki mampu mendekatkannya kepada Allah SWT dan memberikan manfaat bagi sesama," ujarnya.

Melalui kajian ini, ia mengharapkan mahasiswa memiliki kesadaran bahwa pendidikan tinggi dan penguatan nilai-nilai keislaman saling melengkapi. Keduanya menjadi fondasi dalam membentuk generasi muslim yang unggul secara intelektual dan berakhlak mulia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....