SMPN 10 Yogyakarta Tambah Rombel, Wali Kota Pastikan Kualitas Pendidikan Terjaga
- 16 Jul 2026 11:20 WIB
- Yogyakarta
Poin Utama
- Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo meninjau penambahan dua rombongan belajar (rombel) di SMP Negeri 10 Yogyakarta yang menerima tambahan 64 peserta didik baru pada Tahun Ajaran 2026/2027.
- Penambahan rombel dilakukan meski pembangunan fasilitas pendukung masih dalam tahap persiapan, dengan rencana SD Mendungan 1 akan direhabilitasi menjadi Unit 2 SMP Negeri 10.
- Sekolah telah menyiapkan strategi peningkatan kualitas pendidikan termasuk workshop guru, evaluasi pembelajaran rutin, dan penguatan pendidikan karakter dan keagamaan untuk memastikan kualitas tidak menurun.
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo meninjau pelaksanaan penambahan dua rombongan belajar (rombel) di SMP Negeri 10 Yogyakarta pada Senin, 13 Juli 2026. Pada Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah yang berada di Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo ini menerima tambahan 64 peserta didik baru.
Hasto mengatakan bahwa penambahan rombel di SMP Negeri 10 Yogyakarta menjadi langkah yang cukup istimewa karena tetap dilakukan meski pembangunan fasilitas pendukung masih dipersiapkan. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Yogyakarta untuk meningkatkan daya tampung sekolah negeri seiring tingginya minat masyarakat.
"Umbulharjo sudah bertahun-tahun meminta tambahan kelas. Tahun ini meskipun belum punya gedung baru, kami tetap menambah dua rombel yang menerima 64 siswa," katanya.
Hasto menjelaskan bahwa penambahan unit di SMP Negeri 10 Yogyakarta akan dilakukan secara bertahap sembari proses belajar mengajar tetap berlangsung.
"Saya berterima kasih kepada Pak Kepala Sekolah, seluruh guru dan siswa yang bersedia menerima penambahan kelas ini. Sambil berjalan nanti SD Mendungan 1 akan direhabilitasi menjadi Unit 2 SMP Negeri 10," ujarnya.
Hasto mengungkapkan bahwa tingginya animo masyarakat masuk sekolah negeri menjadi alasan utama pemerintah menambah daya tampung. Oleh karena itu, kebijakan penambahan rombel akan terus dievaluasi secara berkala untuk memberikan ruang belajar yang memadai bagi masyarakat.
"Animo masuk SMP negeri memang tinggi, sementara jumlah kursinya masih kurang, karena itu kami terus menambah rombel. Sebelumnya sudah ada penambahan di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 9. Kalau memang masih kurang, akan kami pelajari lagi kemungkinan penambahan di sekolah lain," katanya.
Hasto menambahkan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta juga sedang mempertimbangkan penambahan kelas olahraga di SMP Negeri 13. Selain menambah daya tampung, kebijakan tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Kota Yogyakarta sejak usia sekolah.
Hasto juga menekankan bahwa penambahan rombongan belajar tidak boleh mengurangi mutu pembelajaran di sekolah.
"Rombel boleh bertambah, guru harus ditambah, ruang kelas disiapkan. Yang paling penting kualitas jangan sampai turun setelah jumlah siswanya bertambah," katanya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 10 Yogyakarta Edy Thomas Suharta mengatakan bahwa pada tahun ajaran 2026/2027, sekolahnya menerima total 288 peserta didik baru setelah adanya penambahan kapasitas tersebut. Seluruh kegiatan belajar mengajar sementara waktu tetap dilaksanakan di gedung sekolah yang ada sembari menunggu pengembangan fasilitas fisik yang direncanakan.
Edy menegaskan bahwa sekolah telah menyiapkan berbagai langkah strategis agar kualitas pendidikan tetap terjaga meski jumlah peserta didik bertambah, termasuk meningkatkan kompetensi para pengajar.
"Kami meningkatkan kompetensi guru melalui workshop yang benar-benar sesuai kebutuhan, misalnya ketika kami melihat kemampuan komunikasi guru perlu diperkuat, kami mengadakan pelatihan public speaking. Selain itu kami juga menekankan keramahan sehingga hubungan guru dengan siswa terasa dekat tetapi tetap menghormati etika," katanya.
Edy menyebutkan bahwa peningkatan kualitas sekolah juga dilakukan melalui evaluasi pembelajaran secara rutin, pembenahan sarana prasarana, serta penguatan pendidikan karakter dan keagamaan. Setiap hari, pihak sekolah melakukan refleksi terhadap kegiatan belajar agar terus terjadi perbaikan mutu.
"Pembinaan keagamaan juga kami kuatkan, baik bagi siswa muslim maupun nonmuslim, karena banyak orang tua menginginkan anak-anaknya tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter yang baik," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....