Dobrak Batas Jarak dan Usia, 586 Peserta Unjuk Gigi di PJJ Challenge UII

  • 12 Jul 2026 16:10 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) resmi mengumumkan pata pemenang kompetisi nasional PJJ Challenge Chapter II 2026, Kamis, 9 Juli 2026. Mengusung konsep sepenuhnya daring (online), ajang bergengsi yang berlangsung sejak 18 Juni hingga 5 Juli 2026 ini sukses menyedot perhatian 586 peserta dari 180 institusi di seluruh penjuru Indonesia.

Ketua Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Informatika, Dr. Nur Wijayaning Rahayu, S.Kom., M.Cs., mengungkapkan rasa kekagumannya atas antusiasme luar biasa dari para peserta yang datang dari berbagai latar belakang geografi dan usia. Kompetisi nasional PJJ Challenge Chapter II 2026 sepenuhnya digelar secara daring mulai 18 Juni–5 Juli 2026 dengan total hadiah lebih dari Rp12 juta dan penilaian dilakukan oleh 10 dewan juri, yang terdiri atas dosen dan tutor PJJ Informatika UII.

Peserta datang dari berbagai jenjang dan latar belakang. Selain mahasiswa dan pelajar yang mendominasi, tercatat pula guru, dosen, aparatur sipil negara, wiraswasta, pekerja lepas, hingga ibu rumah tangga.

"Kami sangat mengapresiasi antusiasme peserta dalam lomba nasional yang diselenggarakan Prodi Pendidikan Jarak Jauh Informatika UII. Peserta kami datang dari Aceh hingga Ambon, dari bangku MTs hingga dosen; dan itu persis semangat PJJ, pendidikan yang tidak dibatasi jarak dan usia," katanya, Minggu, 12 Juli 2026.

Dr. Nur Wijayaning mengungkapkan, kompetisi inj terbagi dalam empat kategori, pertama Short Paper Competition, yang diperuntukkan bagi mahasiswa S1, mengangkat tema "Kampus Impian Tetap Jalan – Gelar Kedua Tetap Dikejar" dengan total hadiah Rp 6 juta. Juara pertama menerima Rp2,5 juta ditambah beasiswa PJJ berupa potongan 50 persen Uang Kuliah Kuartal (UKK) tahun pertama.

"Mengingat bobot ilmiah karya yang masuk, dewan juri memberikan penghargaan tambahan berupa Juara Harapan 1–3 untuk kategori ini," ucapnya.

Sedangkan kategori kedua adalah Essay Competition bertema "Hidup di Zaman AI: Lebih Mudah, Tapi Apa Lebih Paham?" terbuka untuk umum, menjaring 314 peserta, dengan total hadiah Rp4,5 juta dan hadiah juara pertama Rp2 juta. Ketiga kategori Catch the Moment, yang terbuka untuk umum.

"Pada kategori ini meminta peserta memotret lockscreen ponsel dan menarasikan kisah teknologi di baliknya, dengan total hadiah Rp1,5 juta dan hadiah juara pertama Rp750 ribu," ujarnya.

Satu kategori lain, Brain Challenge, berupa kuis harian bertema teknologi informasi selama tujuh hari dan diikuti 272 peserta sebagai ajang partisipatif dengan hadiah dompet digital. Pemenang dipilih dari kebenaran, kelengkapan dan kecepatan dalam menjawab soal.

Nur Wijayaning menyebutkan, peserta termuda berasal dari jenjang SMP dan MTs, antara lain SMPN 1 Pontianak, MTsN 6 Ngawi, dan SMP Islam Ar Rahmah Jakarta. Secara geografis, peserta tersebar dari Aceh, Medan, Padang, Palembang, Jambi, Lampung, dan Bengkulu di Sumatra; Pontianak, Banjarmasin, dan Samarinda di Kalimantan; Makassar dan Gorontalo di Sulawesi; hingga Ambon, Bali, dan Mataram. Kota dengan peserta terbanyak adalah Surabaya, Medan, Yogyakarta, Bandung, dan Bogor.

Adapun Juara 1 Juara 2 Juara 3 Total untuk Short Paper Mahasiswa S1 Rp2,5 juta + beasiswa PJJ 50 persen UKK (tahun pertama) Rp2 juta, Rp1.5 juta, dan Rp6 juta, Essay Umum Rp2 juta, Rp1,5, Rp1 juta, dan Rp4,5 juta. Sedangkan Catch the Moment Umum Rp750 ribu, Rp500 ribu, Rp250 ribu, dan Rp1,5 juta, dengan total Rp12 juta.

Tema: "Kampus Impian Tetap Jalan – Gelar Kedua Tetap Dikejar" — khusus mahasiswa S1

  1. David Veda Septiawan — Universitas Indonesia : Model Gelar Ganda Berbasis Pendidikan Jarak Jauh sebagai Strategi Pembentukan Arkeolog Digital untuk Pelestarian Warisan Budaya di Indonesia.
  2. Ilham Nur Fajri — Universitas Telkom Purwokerto : Gelar Ganda di Era Digital: Analisis Kebutuhan Fleksibilitas Akademik bagi Mahasiswa dengan Jalur Studi Paralel
  3. Deza Arlian — Universitas Sriwijaya : Optimalisasi Manajemen Diri dan Resiliensi Akademik Mahasiswa Program Gelar Ganda dalam Mempertahankan Prestasi di Kampus Utama

Juara Harapan 1–3 (penghargaan tambahan):

  1. Abdullah Muhammad Irsyad Syafiudin — Universitas Airlangga
  2. Muhammad Nizaruddin — Universitas Brawijaya
  3. Qoriyatul Aliya Fatma — Universitas Islam Indonesia

Essay Competition Tema: "Hidup di Zaman AI: Lebih Mudah, Tapi Apa Lebih Paham?" — umum

  1. Andre Edo Dojani — Universitas Negeri Medan : Kecerdasan Buatan dan Krisis Literasi Kritis Generasi Digital di Era Jawaban Instan
  2. Alan Ferdian Syah — Universitas Negeri Malang : Merasa Paham, Padahal Hanya Terbiasa: Paradoks Kemudahan di Balik Kecerdasan Buatan.
  3. Resty Siti Syarifah — Politeknik Manufaktur Bandung : Mencari "Good Fit": Ketika Manusia Meniru Kegagalan Mesin Ciptaannya Sendiri

Catch the Moment.Potret lockscreen ponsel dan narasi kisah teknologi di baliknya umum

  1. Diwanti Najma Tsaqib — Universitas Siliwangi
  2. Kayyisah Syawalya Salsabila — lulusan SMA
  3. Hannan Hazimah Asriningtyas Hutagalung — MTs IBS Hidayatullah Putri Berbah, Yogyakarta

Brain Challenge Week, Kuis harian bertema teknologi informasi, tujuh hari berturut-turut. Kategori partisipatif dengan hadiah dompet digital. Diikuti 272 peserta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....