Semangat Lestarikan Budaya, Mahasiswa UNY Raih Beasiswa Dana Keistimewaan DIY
- 14 Jul 2026 09:55 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Dua mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil meraih Beasiswa Dana Keistimewaan (Danais) DIY berkat komitmen mereka menjaga budaya dan kearifan lokal. Kedua mahasiswa tersebut adalah Nawaisnaini Uswatun Khasanah dari Program Studi Tata Busana D4 dan Stefany Salma Shalikhah dari Program Studi Pengobatan Tradisional Indonesia D4.
Beasiswa tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam mendorong lahirnya generasi muda berprestasi yang turut berperan melestarikan nilai-nilai budaya dan keistimewaan daerah.
Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UNY, Prof. Komarudin, mengatakan Danais DIY diberikan melalui skema Dana Keistimewaan dengan kuota 50 mahasiswa di UNY yang dipilih melalui seleksi terbuka. Penerima beasiswa merupakan mahasiswa ber-KTP DIY, baik dari keluarga kurang mampu maupun yang memiliki prestasi.
"Untuk jalur prestasi, mahasiswa minimal pernah meraih juara I tingkat kabupaten/kota pada bidang penalaran, olahraga, seni, atau minat khusus," ujar Komarudin, Senin, 13 Juli 2026.
Bagi Nawaisnaini, beasiswa tersebut menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan kemampuannya di bidang tata busana. Minatnya terhadap dunia fesyen tumbuh sejak kecil saat sering membantu sang ibu yang bekerja sebagai penjahit.
Mahasiswi asal Sukoreno, Sentolo, Kulon Progo itu mengaku sejak kecil menyukai aktivitas yang membutuhkan ketelitian, seperti menjahit dan merajut. Ketertarikan tersebut membawanya memilih Program Studi Tata Busana sebagai bidang yang sesuai dengan minat dan bakatnya.
Alumni MAN 2 Kulon Progo itu bercita-cita menjadi desainer fesyen yang mampu memperkenalkan karya berciri khas Yogyakarta ke tingkat yang lebih luas. Selain meringankan biaya kuliah, beasiswa juga membuatnya lebih fokus menjalani perkuliahan dan praktik. Selama kuliah, ia aktif di organisasi mahasiswa, UKM karate, serta menghasilkan berbagai karya desain, termasuk kebaya modern dan busana bermotif Batik Geblek Renteng khas Kulon Progo.
Sementara itu, Stefany memilih Program Studi Pengobatan Tradisional Indonesia karena ingin ikut melestarikan tanaman obat dan pengobatan berbasis kearifan lokal. Menurutnya, pengobatan tradisional merupakan warisan budaya yang perlu terus dikembangkan melalui pendekatan ilmiah agar tetap bermanfaat bagi masyarakat.
Mahasiswi asal Hargowilis, Kokap, Kulon Progo itu juga aktif mengikuti penelitian mengenai pemanfaatan kapulaga sebagai bahan herbal yang berpotensi membantu mengatasi obesitas, serta terlibat dalam berbagai kegiatan kewirausahaan herbal. Pengalaman tersebut semakin menguatkan cita-citanya menjadi tenaga kesehatan tradisional yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Stefany mengaku Beasiswa Dana Keistimewaan DIY merupakan beasiswa pertama yang berhasil diraihnya setelah beberapa kali mengikuti seleksi.
"Awalnya saya sempat ragu untuk mencoba, tetapi berkat doa, dukungan, dan usaha yang konsisten, akhirnya saya berhasil mendapatkannya. Beasiswa ini membuktikan bahwa setiap perjuangan tidak akan sia-sia," ujarnya.
Menurutnya, selain membantu memenuhi kebutuhan biaya pendidikan, beasiswa tersebut juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan sekaligus berkontribusi dalam pelestarian pengobatan tradisional Indonesia.
Keberhasilan Nawaisnaini dan Stefany menunjukkan bahwa Beasiswa Dana Keistimewaan DIY tidak hanya membuka akses pendidikan bagi mahasiswa berprestasi, tetapi juga mendorong lahirnya generasi muda yang mampu mengembangkan kompetensi sekaligus menjaga warisan budaya dan kearifan lokal melalui bidang ilmu yang mereka tekuni.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....