DIY Dorong Neuro-Edukasi Demi Perkuat Kesehatan Mental Siswa

  • 13 Jul 2026 07:26 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengambil langkah progresif dalam menjawab tantangan pendidikan dan kesehatan mental generasi muda melalui penyelenggaraan July Transformation Series 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen DIY untuk mengembalikan hakikat pendidikan sebagai ruang yang memanusiakan manusia sekaligus merintis Yogyakarta sebagai Pusat Neuro-Edukasi pertama di Indonesia.

Simposium bertajuk "Dari Yogyakarta ke Dunia, dan Kembali untuk Memanusiakan Pendidikan" tersebut digelar selama dua hari, 3-4 Juli 2026, di Gedung Militaire Societeit, Taman Budaya Yogyakarta. Kegiatan diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri atas anak-anak, remaja, pendidik, akademisi, psikolog, hingga pegiat kemanusiaan dari berbagai daerah.

Agenda ini diselenggarakan sebagai respons terhadap meningkatnya persoalan perundungan, degradasi kesehatan mental, hingga hilangnya makna belajar di kalangan generasi muda. Pemda DIY menilai pendidikan tidak lagi cukup berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus menjadi ruang yang aman bagi perkembangan emosional peserta didik.

Paniradya Pati Kaistimewan DIY, Kurniawan, mengatakan forum tersebut dirancang sebagai jawaban konkret atas meningkatnya fenomena keterputusan kognitif, kelelahan psikologis, dan berbagai tantangan kesehatan mental yang dihadapi anak muda.

"Forum ini hadir sebagai solusi nyata dengan mengintegrasikan ilmu neurosains, psikologi, dan refleksi filosofis. Tujuan utamanya adalah mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas kekerasan, serta menginisiasi gerakan bersama menuju Yogyakarta sebagai Pusat Neuro-Edukasi," ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan merupakan kolaborasi Pemerintah Daerah DIY bersama Yayasan Rewiring Hope Indonesia by The Excellent Study. Gerakan tersebut didukung Paniradya Kaistimewan DIY, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, Biro Bina Mental Spiritual Sekretariat Daerah DIY, RS Grhasia, serta berbagai perangkat daerah di tingkat kabupaten dan kota.

Kisah otak tangguh

Pada hari pertama, kegiatan menghadirkan Brain Awareness Week 2026: Kisah Otak yang Tangguh yang diikuti sekitar 150 anak dan remaja berusia 10-18 tahun. Melalui sesi interaktif, peserta diajak mengenali emosi sekaligus memahami cara kerja otak sejak dini bersama narasumber Dr Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan dr. Ida Rochmawati, M.Sc., Sp.KJ(K) dari RSUD Wonosari.

Kegiatan hari pertama juga dihadiri GKR Bendara bersama Kepala DP3AP2 DIY sebagai bentuk dukungan terhadap perlindungan anak. Rangkaian acara ditutup dengan pementasan Drama Harmoni 7 Pilar Bangsa yang mengangkat pesan tentang pembentukan karakter dan nilai kemanusiaan.

GKR Bendara bersama Kepala DP3AP2 DIY menghadiri kegiatan Brain Awareness Week 2026 dalam rangkaian July Transformation Series 2026. (Foto: Rewiring Hopes Indonesia)

Sementara pada hari kedua, sebanyak 250 pendidik, orang tua, dan praktisi pendidikan mengikuti seminar Teaching the Healing Brain. Sejumlah pakar nasional dan internasional hadir sebagai pembicara, di antaranya M. Riza Perdana Kusuma dari Indonesia Leadership School, Prof. Felycia Edy Soetardjo, Prof. Christin Wibhowo, serta Dr. Noor Huda Ismail dari Nanyang Technological University.

Para narasumber membahas berbagai pendekatan berbasis neurosains, mulai dari memahami manusia sebelum mendidik, penerapan neuroplastisitas dalam sistem pendidikan, pembangunan ketahanan mental peserta didik, hingga upaya mengembalikan nilai kemanusiaan dalam dunia pendidikan.

Melalui integrasi ilmu pengetahuan, psikologi, dan nilai-nilai lokal, Pemerintah DIY berharap Yogyakarta tidak hanya mampu menjawab persoalan pendidikan di daerah, tetapi juga menjadi contoh pengembangan pendidikan berbasis kesehatan mental bagi Indonesia.

Penyelenggaraan July Transformation Series 2026 didukung penuh melalui dua hibah internasional yang diperoleh Founder The Excellent Study sekaligus Rewiring Hope Indonesia, Anastasia Ajeng Wulan Tantri, yakni Brain Awareness Week Grants 2026 dari International Brain Research Organization (IBRO) dan Dana Foundation, serta IBRO Speaker Support Grant 2026 dari International Brain Research Organization (IBRO).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....