Tim Teknik Mesin UMY Wujudkan Masjid Baru An-Nuur yang Nyaman Meski Tanpa AC

  • 13 Jun 2026 02:25 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil melakukan pendampingan perencanaan Masjid An-Nuur Betakan, Moyudan, Sleman, dengan fokus pada kenyamanan termal bangunan. Pendampingan ini dilakukan untuk mendukung rencana pembangunan masjid baru yang lebih aman, nyaman, dan sesuai kebutuhan jemaah.

Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Betakan berencana membangun ulang masjid persis di lokasi masjid yang ada saat ini. Rencana tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi bangunan masjid lama yang telah berdiri sejak 1950, sehingga konstruksinya dinilai kurang memadai dari sisi keamanan dan kenyamanan.

Selain itu, arah kiblat perlu disesuaikan, daya tampung jemaah terbatas, dan fasilitas tempat wudu masih berada di luar masjid. Rencana pembangunan ini semakin kuat setelah masjid memperoleh tambahan tanah wakaf dari warga setempat di sisi selatan.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Teknik Mesin UMY, Dr Ir Muhammad Nadjib, ST, Meng, menyebutkan, saat ini, PRM Betakan tengah melakukan perencanaan masjid yang dibantu oleh arsitek. Tema yang diusung dalam perencanaan ini adalah green building.

Salah satu konsep dari tema itu adalah kenyamanan termal bangunan. Konsep ini berkaitan dengan bidang mekanikal, khususnya tentang energi termal. Oleh karena itu, Program Studi (Prodi) Teknik Mesin dengan dukungan Divisi Riset dan Pengabdian UMY tergerak menerjunkan Tim Pengabdian Masyarakat untuk melakukan pendampingan perencanaan Masjid An-Nuur.

Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Teknik Mesin UMY yang diketuai Muhammad Nadjib, dengan beranggotakan Wahyudi dan Thoharudin, melakukan identifikasi masalah untuk mewujudkan apa yang diinginkan oleh takmir masjid dan juga PRM Betakan.

”Indonesia termasuk negara beriklim tropis dengan ciri kelembaban udara, temperatur udara dan radiasi matahari yang tinggi. Kondisi seperti ini berpengaruh secara langsung terhadap kenyamanan di dalam suatu bangunan, termasuk masjid,” ujarnya.

Suasana rapat antara takmir, PRM Betakan dan Tim Teknik UMY untuk mewujudkan masjid baru dari Masji An-Nuur. (Foto: Tim Teknik UMY)

Kenyamanan termal

Muhammad Nadjib menambahkan, area Masjid An-Nuur memiliki potensi besar untuk mendukung kenyamanan termal. Area masjid relatif terbuka, tidak berhimpitan dengan bangunan lain, dikelilingi vegetasi, serta berada di lingkungan pedesaan yang mendukung terciptanya kenyamanan termal. Berdasarkan hal tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat ini mengangkat tema Pendampingan Perencanaan Masjid An-Nuur untuk kenyamanan termal.

”Tim Pengabdian memberi kontribusi pada perencanaan masjid dalam hal penerapan serambi masjid, optimalisasi area bukaan masjid, desain plafon mengikuti atap, dan penerapan solar chimney. Serambi masjid dirancang sebagai thermal buffer atau penyangga panas, sehingga paparan radiasi matahari tidak langsung mengenai ruang utama masjid,” katanya, Kamis, 11 Juni 2026.

Bukaan masjid terdiri dari pintu, jendela, ornamen berlubang di atas pintu-jendela, dan lubang ventilasi di sisi atas dinding. Bukaan masjid yang besar sangat mendukung konsep cross ventilation agar ruangan nyaman.

Bentuk atap juga dipilih menggunakan tipe tajug yang berbentuk limas segi empat. Plafon masjid mengikuti ketinggian atap sehingga ruang udara di dalamnya besar (high ceiling) yang sangat mendukung kenyamanan termal.

”Konsep solar chimney diterapkan dengan merancang bukaan pada bagian puncak atap yang berfungsi untuk membuang udara panas dari dalam masjid ke lingkungan. Konsep ini diharapkan mendukung pertukaran udara panas dari dalam masjid dengan udara segar dari luar sehingga kenyamanan termal terjaga,” ucapnya.

Lebih lanjut Nadjib menyatakan, konsep kenyamanan termal di Masjid An-Nuur telah dituangkan dalam Detail Engineering Design (DED) oleh perencana. Perencana sangat terbantu dengan pengabdian ini karena dalam merencanakan masjid melibatkan keahlian di bidang energi termal. PRM Betakan mengapresiasi pendampingan ini karena perencanaan Masjid An-Nuur tidak hanya memperhatikan aspek arsitektur dan fungsi ibadah, tetapi juga kenyamanan jemaah dalam jangka panjang.

”Dengan konsep kenyamanan termal tersebut, masjid diharapkan tetap nyaman digunakan tanpa bergantung pada pendingin udara,” kata dosen Program Studi Teknik Mesin UMY dengan bidang minat pada energi surya, photovoltaic, termodinamika, perpindahan kalor, HVAC, serta kenyamanan termal bangunan itu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....