Mahasiswa UMY Borong Penghargaan di Kompetisi Beton Internasional
- 26 Agt 2026 22:38 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Tim Civil Nexus Prodi Teknik Sipil UMY, meraih sejumlah penghargaan di International Highest Early Strength Eco Green Concrete Cube Competition (I-HESEGC) 2026. Kegiatan ini berlangsung di Politeknik Sultan Haji Ahmad Shah (POLISAS) Kuantan, Pahang, Malaysia.
Selain meraih medali emas, Tim Civil Nexus juga meraih Top 4 Special Award dan Best Paper. Kompetisi internasional tersebut mempertemukan mahasiswa teknik sipil, untuk mengembangkan beton berkekuatan awal tinggi dan ramah lingkungan.
Tim Civil Nexus beranggotakan Dewa Tri Puja, Adimas Wahyu Ariadani, dan Ariska Vera Wibowo, yang seluruhnya merupakan mahasiswa Prodi Teknik Sipil UMY. Dalam mengikuti kompetisi tersebut, mereka mendapat pendampingan dari dosen pembimbing, Hakas Prayuda, S.T., M.Eng., Ph.D.
Ketua Tim Civil Nexus, Dewa Tri Puja bersyukur sekaligus bangga, atas capaian yang diraih. Menurutnya, tiga penghargaan tersebut menjadi buah dari kerja keras tim, dalam mempersiapkan karya inovasi dalam waktu yang relatif singkat.
”Sangat senang dan bangga karena usaha yang kami lakukan dapat membuahkan hasil terbaik,” katanya, Rabu, 26 Agustus 2026. ”Kami juga mampu bersaing dengan dua nominator lainnya, yaitu dari Politeknik Sultan Idris Shah dan Politeknik Sultan Abdul Halim Mu’adzam Shah, Malaysia.”
Di balik pencapaian tersebut, Tim Civil Nexus hanya memiliki waktu sekitar dua bulan untuk melakukan penelitian sekaligus menyiapkan seluruh kebutuhan kompetisi. Persiapan dilakukan ketika para anggota masih sibuk dengan kompetisi lain.
Dewa saat itu tengah mengikuti babak final kompetisi beton tingkat nasional di Universitas Tarumanagara, sedangkan Adimas baru menyelesaikan kompetisi di Universiti Malaya. Setelah itu, tim langsung memanfaatkan waktu yang tersisa.
”Bahkan, di hari Minggu pun kami tetap berada di laboratorium melakukan persiapan,” ucapnya.
Tantangan semakin besar karena I-HESEGC menerapkan ketentuan teknis yang ketat. Peserta diwajibkan melakukan proses pencampuran beton secara manual tanpa bantuan mesin.
Seluruh tahapan, mulai dari penimbangan material, pencampuran, hingga pencetakan beton, harus selesai satu jam. Beton yang dihasilkan kemudian diuji kuat tekannya, setelah berusia 24 jam dari proses pembuatannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....