Kemarau Juli Mulai Mengintai Sejumlah Daerah

  • 11 Jun 2026 10:18 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi sejumlah wilayah memasuki puncak kemarau mulai Juli 2026. Masyarakat diminta bersiap menghadapi potensi kekeringan dan gangguan kesehatan.

Puncak kemarau Juli diperkirakan terjadi di 83 Zona Musim atau 12,26 persen daratan Indonesia. Wilayah terdampak mencakup sebagian Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Menurut BMKG, cakupan puncak kemarau akan meluas pada Agustus dan September. Kondisi kering diprediksi mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia pada periode tersebut.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan sejak sekarang. Antisipasi diperlukan untuk menjaga ketersediaan air dan mengurangi dampak pada berbagai sektor.

“Seluruh lapisan masyarakat perlu mengantisipasi dampak kemarau agar kebutuhan dasar tetap terkendali,” ujarnya saat menyampaikan proyeksi iklim, Rabu, 10 Juni 2026.

BMKG mencatat sebagian wilayah sebenarnya telah memasuki musim kemarau sejak April hingga Juni 2026. Pergeseran musim terjadi bertahap dari Nusa Tenggara menuju wilayah Indonesia lainnya.

Data BMKG menunjukkan awal kemarau tahun ini datang lebih cepat di banyak daerah. Sebagian besar wilayah juga diperkirakan mengalami kondisi lebih kering dari normal.

Latar belakang kondisi tersebut dipengaruhi berakhirnya La Niña lemah pada Februari 2026. BMKG juga memproyeksikan musim kemarau berlangsung lebih panjang di banyak zona musim.

Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau memperkuat langkah mitigasi. Penghematan air dan kesiapan menghadapi cuaca ekstrem menjadi langkah penting selama musim kemarau.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....