Fakultas Kedokteran Sunan Kalijaga Jadi Citra Baru Pendidikan Islam Indonesia

  • 04 Jun 2026 16:41 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Usai dikeluarkan izin Pembukaan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi yang ditetapkan pada 5 Mei 2026 di Jakarta, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta meresmikan Fakultas Kedokteran pada Kamis, 4 Juni 2026. Gedung yang dulunya merupakan Gedung Kuliah Terpadu (GKT) kemudian dialihfungsikan dan diresmikan untuk operasional Fakultas Kedokteran setelah diresmikan oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar.

Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, mengatakan bahwa Islam bukan hanya agama saja, melainkan islam merupakan aspek yang menyangkut berbagai aspek keilmuan. Dalam hal ini, Nasaruddin memberi contoh dalam Makhraj dalam Kitab Ibnu Syekh bahwa sesuatu apapun tidak terungkap dalam Alquran termasuk bidang kedokteran.

“Kehadiran batas kedokteran ini tentu akan melahirkan dokter islami. Belum tentu di fakultas kedokter umum yang lain bisa menggunakan bahasa spiritual yang sangat alam, tapi kombinasi dengan bahasa spiritual dengan bahasa medis menjadi power yang sangat istimewa bagi pasien,” ujar Nasaruddin.

Menurutnya, Kombinasi bahasa spiritual dengan bahasa medis dapat menjadi perpaduan untuk menyembuhkan pasien yang sakit dengan pendekatan spiritual dan psikologisnya. Ia berharap alumni fakultas kedokteran yang lahir dari UIN Sunan Kalijaga nanti dapat melahirkan citra baru dunia pendidikan di Indonesia.

Di sisi Lain, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Noorhaidi, mengatakan, kehadiran program studi kedokteran dan program profesi dokter bukan hanya penambahan program akademik semata, melainkan perwujudan dari visi besar UIN Suka dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Hal ini menjadi perpaduan secara utuh antara sains, etika, spiritualitas dan nilai – nilai kemanusiaan serta keislaman.

“Indonesia memerlukan dokter yang tidak hanya unggul secara akademik dan professional, tetapi juga memiliki integritas sosial, kemampuan memahami spiritual dan budaya masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan kedokteran yang kami bangun berlandaskan pada paradigma integrasi interkoneksi yang selama ini menjadi civitas UIN Sunan Kalijaga,” kata Noorhaidi.

Sementara itu, Dokter dengan kemampuan ilmu dengan kebijaksanaan, ia tak hanya bertugas dalam mengobati pasien saja, akan tetapi menghadirkan harapan dan martabat bagi umat manusia. Noorhadi percaya bahwa UIN Suka akan melahirkan dokter yang menguasasi ilmu kedokteran modern berbasis bukti – bukti ilmiah, sekaligus memiliki kedalaman etika, empati dan komitmen dalam pengabdian kepada sesama manusia.

Kehadiran Program studi kedokteran telah menambah deretan program studi umum sejak namanya Institus Agama Islam Negeri (IAIN) kemudian bertansformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) di tahun 2004. Hingga saat ini, jumlah prodi yang ada di UIN Suka menjadi 45 prodi yang meliputi 20 prodi umum dan 25 prodi adalah studi keagamaan. (Victorio Firsta)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....