Resmi Dilantik Jadi Rektor UII, Hari Purnomo Siap Bawa Kampus Hadapi Disrupsi Zaman

  • 03 Jun 2026 09:41 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Universitas Islam Indonesia (UII) resmi memulai babak baru kepemimpinan untuk masa bakti 2026-2030. Dalam prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat, di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir, Kampus Terpadu UII, Selasa, 2 Juni 2026, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng., secara resmi mengemban amanah sebagai Rektor UII yang baru.

Pelantikan yang dipimpin oleh Ketua Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII (YBW UII), Prof. Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si., sekaligus menandai berakhirnya masa kepemimpinan Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. yang telah memimpin UII selama dua periode, yakni 2018–2022 dan 2022–2026. Dengan amanah baru tersebut, Hari Purnomo menjadi Rektor ke-13 dalam perjalanan sejarah UII sejak didirikan pada tahun 1945.

Prof. Hari dalam pidato pertamanya menegaskan komitmen, untuk menjaga integritas institusi, memperkuat mutu akademik, serta membawa UII menjadi pilar peradaban yang adaptif sekaligus visioner dalam menghadapi disrupsi zaman. Ia mengungkapkan, jabatan yang diemban ini bukan pencapaian pribadi melainkan sebagai titipan kepercayaan yang harus saya jaga dengan sepenuh hati, pikiran, dan pengabdian.

“Kepercayaan yang diberikan kepada kami dan para wakil rektor bukanlah semata-mata pengakuan atas keunggulan pribadi, melainkan suatu amanah mulia yang kami terima dengan penuh kesadaran. Kami memahami bahwa tanggung jawab yang diamanatkan ini datang dengan panggilan moral untuk melayani dengan dan sepenuh hati dan integritas tertinggi,” katanya.

Prof. Hari mengungkapkan, amanah yang diembannya kali ini bukan sekadar jabatan, tetapi melekat tugas besar untuk memimpin sebuah universitas yang berdiri kokoh di atas cita-cita luhur para pendiri bangsa, dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan peradaban. Karena dari setiap keputusan yang diambil dan setiap langkah yang ditempuh, akan selalu mengingatkan atas kepercayaan yang telah diberikan dan aspirasi besar untuk UII yang lebih maju.

“Kepercayaan ini tidak akan pernah kami sia-siakan dan setiap upaya ditujukan untuk menciptakan UII yang lebih kuat bermakna dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.Saya meyakini bahwa kepemimpinan di perguruan tinggi bukanlah perjalanan seorang diri, melainkan ikhtiar bersama yang menuntut kebijaksanaan, ketulusan, dan kesediaan untuk untuk senantiasa menempatkan kepentingan institusi di atas kepentingan pribadi atau golongan,” ucapnya.

Prof. Hari menekankan, kerja sama menjadi kekuatan terpenting untuk mewujudkan setiap cita-cita, apalagi universitas bukan sekedar tempat berlangsungnya proses belajar mengajar tetapi juga rumah besar bagi lahirnya gagasan, tumbuhnya integritas dan terbangunnya harapan. Tantangan ke depan menurutnya, dihadapkan pada perubahan yang sangat cepat dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, sosial, ekonomi maupun budaya.

Hal tersebut menuntut perguruan tinggi tidak hanya adaptif tetapi juga visioner untuk membangun ekosistem akademik yang unggul berkarakter dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.Sehingga dijelaskan Prof. Hari, UII perlu menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral, kuat dalam integritas, serta mampu menghadirkan solusi yang bernilai bagi bangsa dan kemanusiaan.

“Kepemimpinan yang saya emban, diarahkan untuk memperkuat mutu akademik, memperluas kebermanfaatan riset, meneguhkan tata kelola yang baik, serta memastikan bahwa Universitas Islam Indonesia terus hadir sebagai pilar peradaban, yang memberi jawaban atas tantangan zaman,” ujarnya.

Lebih lanjut Prof. Heri menekankan, bahwa UII membuka tangan untuk menjalin sinergi, membangun kolaborasi, dan merajut kebersamaan demi pengabdian kepada bangsa dan negara serta demi masa depan anak-anak bangsa. Karena disadari sepenuhnya, bahwa tantangan saat ini dari disrupsi teknologi hingga ketimpangan kualitas pendidikan adalah tantangan bersama yang hanya dapat dijawab oleh kerja sama dan kemitraan yang sinergi.

“Marilah kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan, ilmu sebagai jalan pengabdian dan integritas sebagai landasan utama dalam setiap keputusan serta tindakan. Universitas Islam Indonesia siap untuk berdiri berdampingan dan saling menguatkan dengan sesama perguruan tinggi sebagai ikhtiar bersama mendidik generasi cerdas secara intelektual, kokoh secara moral dan tulis secara social,” ujarnya, mengakhiri.

Sebagai informasi, terpilihnya Hari Purnomo merupakan hasil dari rangkaian proses penjaringan dan seleksi yang berlangsung sejak akhir 2025, proses tersebut melibatkan berbagai unsur universitas, mulai dari dosen, Senat Universitas, Tim Seleksi, hingga Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII sebagai badan penyelenggara universitas. Seluruh tahapan dilaksanakan untuk memastikan terpilihnya pemimpin yang mampu membawa UII terus berkembang di tengah dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompleks dan kompetitif.

Hari Purnomo merupakan sosok akademisi yang tumbuh dan berkembang bersama almamaternya. Sebagai alumni sekaligus dosen Program Studi Teknik Industri UII, ia menekuni bidang ergonomi, teknik industri, kesehatan dan keselamatan kerja (K3), serta makroergonomi. Pengalaman akademik dan profesional yang panjang menjadikannya salah satu figur yang memiliki pemahaman mendalam terhadap perjalanan, budaya, serta tantangan strategis yang dihadapi UII.

Dalam perjalanan pengabdiannya, Hari Purnomo telah mengemban berbagai amanah strategis di lingkungan universitas, antara lain sebagai Ketua Jurusan Teknik Industri, Kepala Badan Perencanaan, dan Dekan Fakultas Teknologi Industri. Selain itu, ia juga aktif berkontribusi dalam organisasi profesi di tingkat nasional, di antaranya sebagai Ketua Majelis Akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAM Teknik) dan Dewan Pakar Perhimpunan Ergonomi Indonesia.

Usai dilantik sebagai Rektor, Hari Purnomo melantik empat Wakil Rektor yang akan mendampinginya dalam menjalankan roda kepemimpinan universitas selama periode 2026–2030. Keempatnya diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas bidang sekaligus mengakselerasi berbagai agenda strategis universitas dalam bidang akademik, riset, kemahasiswaan, tata kelola, hingga penguatan jejaring kemitraan.

Empat Wakil Rektor yang dilantik terdiri atas Prof. Riyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D. sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik, Rekognisi, Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan; Prof. Rifqi Muhammad, S.E., M.Sc., Ph.D. sebagai Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Keberlanjutan; Dr. Nurjihad, S.H., M.H. sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keislaman, dan Kealumnian; serta Prof. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D., IPU. sebagai Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Admisi, dan Komunikasi Strategis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....