RB Dwi Wahyu Raih Gelar Doktor, Angkat Model Kurikulum Link and Match Wisata Budaya

  • 29 Apr 2026 09:55 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Masih tingginya angka lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang belum terserap secara maksimal, seperti di hotel berbintang, agen perjalanan, hingga berbagai industri besar lainnya menjadi perhatian serius. Menjawab tantangan ini, RB Dwi Wahyu menawarkan model Kurikukum Link and Match Wisata Budaya.

RB Dwi menyampaikan, model Kurikukum Link and Match Wisata Budaya adalah terobosan solusi dari Gab lulusan SMK yang tidak terserap di Industri besar. Sekaligus sebagai upaya untuk memaksimalkan peran kelembagaan/komunitas wisata budaya di kalurahan/kelurahan se-DIY.

Ketua Komisi D DPRD DIY ini menjelaskan, konsep adaptif menjadi dasar utama kurikulum ini, melalui 5 rangkaian tahapan, mulai dari perencanan yang bersifat bottom up serta mengedepankan sisi soft skill siswa. Kemudian pengorganisasian dengan melibatkan stekeholder kalurahan/kelurahan dan impelemntasi mengedepankan projek base learning, dilanjut supervisi di mana adanya guru pendamping di tingkat kalurahan/kelurahan, dan terpenting adalah evaluasi dengan mengedepankan sifat umpan balik dan komprehensif.

Segmentasi kurikulum diarahkan pada 4 jurusan SMK yang berbasis wisata budaya, yaitu ; jurusan perhotelan (diarahkan pengelolaan homestay), jurusan tata boga (diarahkan pada pengelolaan warung tradisional), jurusan tata busana (diarahkan pada pengelolaan dan penciptaan pakaian adat untuk event di DIY) dan jurusan perjalanan wisata (diarahkan pada pengelolaan POKDARWIS).

"Konsep kurikulum ini merupakan rangkaian model yang harapannya nanti akan disinergikan dengan berbagai kebijakan yang relevan, agar berorientasi pada upaya kesejahteraan masyarakat. Baik menambah pergub yang relevan di beberapa Perda yang sesuai, atau merumuskan Perda baru tentang kolaborasi kurikulum berbasis keistimewaan, beserta turunannya," katanya, Selasa, 28 April 2026.

Sidang terbuka Promosi Doktor RB Dwi Wahyu B, Prodi Manegement Pendidikan yang dilaksanakan hari Senin, 27 April 2026 di Gedung Moh Amin FIB UNY ini, menghadirkkan Sri Sultan Hamangkubuwono X, sebagai penguji Utama. Sidang ujian terbuka dipimpin Ketua Penguji Prof. Dr Sumaryanto, M.Kes., AIFO, yang sekaligus Rektor UNY, Sekretaris penguji Dr. Setya Raharja, M.Pd, Penguji 2 Prof. Dr Nurtanio Agus Purwanto, M.Pd. Sedangkan Prof. Dr. Lantip Diat Prasojo, S.T., M.Pd dan Prof. Dr Lia Yuliana, S.Pd., M.Pd bertindak sebagai promotor.

Model ini diharapkan menjadi terobosan, sekaligus momentum bahwa kurikulum harus sesuai dengan identitas budaya dan potensi lokal. Kalurahan/kelurahan adalah peluang yang harus didorong, sebagai entitas penting dalam mendorong pemberdayaan. Tentu harus melibatkan SMK, khususnya bidang wisata budaya sebagai mitra strategis untuk mewujudkannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....