Riset Sedimen Purba, Alumnus UGM Menjelajahi Antartika
- 31 Mar 2026 21:16 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menempuh perjalanan riset hingga ke wilayah Antartika menjadi pengalaman langka bagi peneliti Indonesia. Kesempatan yang tak terlupakan ini dialami oleh Ezra Timothy Nugroho, salah satu alumni Program Studi Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM).
Di usia yang masih terbilang muda yakni 25 tahun, ia berkesempatan mengikuti ekspedisi ilmiah selama 57 hari di Antartika yang berlangsung sejak tanggal 2 Januari hingga 27 Februari 2026 lalu. Keterlibatannya bermula saat menempuh studi magister di Institute for Marine and Antarctic Studies, University of Tasmania, Australia.
Ia bercerita bahwa kesempatan mengikuti ekspedisi datang dari pembimbingnya yang mengajaknya kembali mengambil sampel di wilayah Antartika Timur. Tepatnya di wilayah Cook Region.
Pengambilan sampel ini dilakukan untuk melanjutkan penelitian tesis sekaligus menjadi dasar untuk studi doktoral (S3). Dalam penelitiannya, ia mengkaji sedimentary ancient DNA, yakni DNA yang diperoleh dari sedimen bawah laut, dengan fokus wilayah meliputi Southern Ocean dan Antartika.
Ekspedisi yang diikutinya merupakan bagian dari pelayaran riset internasional yang meneliti ekosistem dan sedimen laut di kawasan Antartika Timur. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan yang ia ikuti ini bertujuan untuk memahami dinamika lingkungan laut.
”Serta perubahan iklim di wilayah kutub yang relatif minim intervensi manusia,” katanya, Selasa, 31 Maret 2026. ”Tesis research saya itu tentang sedimentary ancient DNA, jadi berfokus pada DNA yang didapatkan dari sedimen bawah laut.”
Selama berada di Antartika, ia harus beradaptasi dengan berbagai kondisi ekstrem. Dengan durasi ekspedisi sekitar 57 hari, ia menjalani kehidupan di kapal penelitian dengan tantangan ombak tinggi di Laut Selatan, serta suhu dingin yang mencapai minus tiga derajat Celcius.
Hal inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi peneliti yang berasal dari negara tropis. “Sebagai orang Indonesia yang tidak pernah terkena udara dingin, itu menjadi tantangan tersendiri bagi saya,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....