Langkah Fapet UGM Dorong Kemandirian Desa Melalui Telur

  • 06 Jul 2026 05:52 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Klaten - Di Desa Kadilanggon, Klaten, Jawa Tengah, sebuah inovasi peternakan modern sedang tumbuh. Fakultas Peternakan UGM bersama University of the Philippines Los Baños (UPLB) Filipina tengah mendampingi BUMDes Putro Manggolo untuk memproduksi telur omega-3 premium berkonsep cage-free (bebas sangkar).

Langkah strategis yang berlangsung dari April hingga Juni 2026 ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat berbasis riset aplikatif UGM yang didukung penuh oleh pendanaan LPDP melalui Program EQUITY WCU.

Bukan sekadar peternakan biasa, program yang dipimpin Dr. Ir. Muhsin Al Anas, S.Pt., IPP., ini membawa hasil laboratorium langsung ke kandang masyarakat. Hasilnya adalah formula pakan berbasis bahan baku lokal yang mampu meningkatkan kualitas nutrisi telur, sekaligus menerapkan sistem quality control yang ketat.

"Kami ingin hasil riset memberi manfaat nyata bagi masyarakat melalui pendampingan berkelanjutan," ujar Muhsin.

Menurutnya, keterlibatan pakar internasional seperti Dr. Joseph Dela Cruz dari UPLB sangat membantu dalam memperkaya standar keamanan pangan dan kesehatan ternak berbasis komunitas di Klaten. Selain aspek teknologi pakan dan biosekuriti, program ini memosisikan BUMDes sebagai pilar utama. Tujuannya jelas: membangun ekosistem bisnis desa yang mandiri, mulai dari hulu (produksi pakan dan perawatan) hingga hilir (pemasaran produk premium).

Menariknya, program ini juga menjadi ruang belajar langsung (experiential learning) bagi mahasiswa UGM dan UPLB. Keterlibatan generasi muda ini diharapkan mampu menjadi jembatan transfer pengetahuan yang berkelanjutan. Ke depan, model pemberdayaan ekonomi berbasis inovasi ramah lingkungan dan hewan ini diproyeksikan menjadi cetak biru (blueprint) yang bisa direplikasi di berbagai penjuru Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....