Mahasiswa UNY Kembangkan VR Berbasis Filosofi Jawa untuk Temukan Jati Diri

  • 24 Mar 2026 22:46 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Sebanyak lima mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menghadirkan inovasi yang memadukan teknologi modern dengan kearifan lokal. Inovasi ini hadir di tengah derasnya arus digital dan tekanan hidup yang kian kompleks, sehingga membuat generasi muda, khususnya Gen Z, mengalami kesulitasn dalam mencari jati diri.

Kelima mahasiswa tersebut di antaranya Choirrunisa, Siti Indah Yulianti, Ajeng Ranaya Syah, Afifah Nur Hasanah, dan Anisa Zulfa Nabila. Mereka mengembangkan media virtual reality (VR) berbasis filosofi Jawa Sangkan Paraning Dumadi.

Dengan pengembangan media VR tersebut diharapkan dapat menghadirkan cara baru bagi Gen Z untuk mengenal jati dirinya sekaligus menjaga kesehatan mental. Bagi Choirrunisa dan tim, fenomena Gen Z bukan sekadar angka statistik.

Namun, mereka menyaksikan langsung bagaimana generasi ini sering merasa tertekan, cemas, dan bahkan kehilangan arah di tengah tuntutan hidup yang serba cepat. Di sisi lain, nilai-nilai budaya yang seharusnya menjadi pegangan justru mulai ditinggalkan.

“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang dekat dengan dunia Gen Z, tetapi tetap berakar pada budaya. Virtual Reality menjadi jembatan untuk itu,” ujar Choirrunisa, Selasa, 24 Maret 2026.

Melalui teknologi VR, pengguna diajakmasukke dalam perjalanan reflektif yang menggambarkan makna hidup, asal-usul manusia, hingga tujuan akhir kehidupan. Pengalaman ini tidak hanya bersifat visual, tetapi juga emosionalmengajak pengguna merenung, memahami diri, dan berdamai dengan perjalanan hidupnya.

Sementara, filosofi Sangkan Paraning Dumadi yang diangkat dalam riset ini mengandung nilai mendalam tentang kesadaran diri, hubungan manusia dengan alam, serta keterhubungan dengan Sang Pencipta. Nilai-nilai ini diharapkan mampu membantu Gen Z menemukan makna hidup di tengah hiruk-pikuk dunia modern.

Tidak hanya berfokus pada inovasi teknologi, penelitian ini juga melibatkan ratusan responden Gen Z di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk menguji efektivitas media tersebut. Hasilnya diharapkan dapat menjadi solusi praktis dalam meningkatkan mental well-being sekaligus memperkuat identitas budaya generasi muda.

Lebih dari sekadar proyek riset, karya ini menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menghadirkan solusi yang relevan dengan zamannya tanpa melupakan akar budaya. Di tangan mereka, teknologi tidak hanya menjadi alat hiburan, tetapi juga sarana refleksi dan pembelajaran hidup.

Melalui langkah kecil namun bermakna ini, mahasiswa UNY menunjukkan bahwa menemukan jati diri tidak harus meninggalkan tradisijustru bisa dimulai dengan kembali memahami akar budaya, dengan cara yang lebih dekat dan relevan bagi generasi masa kini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....