Mahasiswa UGM Kembangkan Polpay Sistem Pembayaran Biometrik Sidik Jari

  • 18 Agt 2026 13:32 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) mengembangkan Polpay, sebuah inovasi sistem pembayaran digital berbasis biometrik sidik jari. Teknologi ini memungkinkan konsumen bertransaksi tanpa menggunakan kartu maupun ponsel genggam dengan mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, dan efisiensi.

Karya inovasi ini mengintegrasikan sensor sidik jari dengan perangkat Electronic Data Capture (EDC) untuk autentikasi biometrik secara langsung saat bertransaksi. Data biometrik diproses menggunakan teknologi edge computing, lalu dienkripsi dengan algoritma Advanced Encryption Standard 256-bit (AES-256) sebelum dikirimkan ke peladen (server).

Ketua Tim Polpay Tiara Ramadhani menjelaskan bahwa Polpay dikembangkan sebagai alternatif sistem pembayaran biometrik yang lebih terjangkau dibandingkan teknologi sejenis. Polpay dirancang sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 yang dicanangkan Bank Indonesia.

“Melalui inovasi ini, masyarakat diharapkan dapat menikmati pengalaman pembayaran yang lebih praktis dan aman, serta tidak lagi bergantung pada kartu maupun perangkat seluler,” katanya, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Tim yang terdiri atas Tiara Ramadhani, Al Farabi Obiansyah, Marcelino Budi Prakasya, M. Fakhri Ghonim Setyanda, dan M. Rakhma Aifil Indira ini terus menyempurnakan sistem agar memiliki tingkat keamanan tinggi.

Menurut Farabi, ide pengembangan ini berangkat dari fakta bahwa Indonesia belum menerapkan pembayaran via sidik jari. Penerapan privacy-preserved architecture dan edge computing architecture menjadi kunci utama dalam menjaga privasi pengguna.

“Pengembangan sistem ini membutuhkan riset mendalam. Kami terus menyempurnakan pembaruan cara kerja perangkat lunak (software) maupun penggunaan komponen yang lebih optimal,” ucap Marcelino.

Selain aman, Polpay dirancang untuk mempercepat transaksi dengan memanfaatkan edge computing guna mengurangi beban enkripsi pada server pusat. Anggota tim PKM Fakhri menambahkan bahwa tantangan utama mereka adalah menekan biaya agar Polpay tetap menjadi sistem pembayaran yang murah.

Inovasi Polpay telah berhasil memperoleh pendanaan PKM bidang Karsa Cipta. Saat ini, Tim Polpay tengah bersiap mewakili UGM menuju ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang akan diselenggarakan di Universitas Diponegoro pada November 2026 mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....