Diplomasi Digital Perlu Ekosistem Kolaboratif
- 31 Okt 2025 22:56 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Pakar Hubungan Internasional UMY Ratih Herningtyas mendorong agar strategi diplomasi digital, agar diarahkan menjadi ekosistem kolaboratif. Upaya ini, butuh keterlibatan negara, masyarakat dan komunitas digital.
Menurut Ratih, diplomasi digital berperan penting untuk membangun kolaborasi antara negara dan masyarakat. Melalui ruang digital, publik tidak hanya menjadi penonton isu internasional.
”Tetapi publik juga harus menjadi kontributor aktif dalam membentuk citra positif bangsa melalui partisipasi digital yang tentu saja kreatif dan terarah,” ucap Ratih di UMY, Jumat (31/10/2025).
Ratih menyoroti fenomena gerakan berbasis tagar, sebagai bukti nyata kekuatan publik dalam menggerakkan solidaritas dan opini secara global. Dalam berbagai kasus, gerakan tersebut mampu melampaui pengaruh komunikasi resmi pemerintah.
Ia pun menilai, keberhasilan diplomasi digital bergantung pada kemampuan negara, dalam menyeimbangkan antara pendekatan politik luar negeri yang bersifat institusional dan keterlibatan masyarakat yang bersifat organik.
”Negara perlu beradaptasi dengan pola komunikasi publik yang terbuka, interaktif, dan kolaboratif,” ucapnya. (r-ws/par)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....