Indonesia Pimpin Pakar Metrologi 20 Negara di Yogyakarta, Kawal Ekonomi Sirkular

  • 16 Jul 2026 11:13 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Di tengah dinamika geopolitik global dan tuntutan kemandirian sumber daya, transisi menuju praktik ekonomi sirkular menjadi sebuah keharusan bagi negara-negara di dunia. Menjawab tantangan besar tersebut, Badan Standardisasi Nasional (BSN) menegaskan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur mutu nasional dengan memimpin pertemuan pakar metrologi se-Asia Pasifik dalam forum Asia Pacific Metrology Programme Mid-Year Meetings (APMP MYM) 2026 yang berlangsung pada 13–17 Juli 2026 di Yogyakarta.

Sebagai pilar penting infrastruktur mutu bersama standardisasi dan akreditasi, metrologi menjadi prasyarat utama untuk memastikan perumusan kebijakan berbasis bukti (evidence-based decision-making) serta menjamin setiap alat ukur di industri dan perdagangan diakui secara global. Salah satu agenda utama dari rangkaian forum ini adalah simposium internasional bertajuk "Circular Economy for Future Sustainability".

Deputi Bidang Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) BSN sekaligus Pimpinan NMI Indonesia, Y. Kristianto Widiwardono, menjelaskan bahwa kerja sama teknis melalui APMP sangat krusial untuk membangun rasa saling percaya antarnegara. Dijelaskannya, forum strategis yang dihadiri delegasi dari 20 negara ini fokus membahas peran penting pengukuran yang akurat dan tertelusur dalam mendukung keberlanjutan masa depan.

"Dengan meningkatkan kerja sama teknis dan membangun rasa saling percaya, kita dapat memperkuat peran metrologi dalam mendukung perdagangan yang adil, perlindungan konsumen, serta inovasi untuk pembangunan berkelanjutan," katanya di Yogyakarta, Kamis, 16 Juli 2026.

Melalui rantai kalibrasi yang terstruktur, mulai dari alat ukur masyarakat hingga standar tertinggi di laboratorium BSN Serpong dan Mampang, Indonesia memastikan ketertelusuran pengukurannya terhubung langsung ke Sistem Satuan Internasional (SI). Langkah nyata ini dibuktikan dengan kapasitas infrastruktur metrologi BSN yang kini mencatatkan 165 kemampuan pengukuran dan kalibrasi (Calibration and Measurement Capabilities / CMC) yang diakui secara internasional, menempatkan Indonesia di posisi ketiga di Asia Tenggara.

Selain itu, guna mendukung transisi ekonomi hijau di industri domestik, sepanjang tahun 2025 BSN telah menerbitkan sebanyak 2.549 sertifikat kalibrasi untuk berbagai sektor strategis.

"Kerja sama antara badan-badan metrologi nasional dari negara-negara di Asia Pasifik ini bekerja sama, tujuannya adalah untuk memastikan bahwa ketertelusuran pengukuran itu bisa dilakukan sehingga seluruh sistem pengukuran itu bisa traceable atau tertelusur ke sistem internasional," ucapnya.

Kristianto menekankan, kalibrasi dan pengukuran ini tidak hanya menyangkut pada timbangan berat, tetapi seluruh alat yang membutuhkan keakuratan. Baik dari kesehatan maupun di sektor industri.

Deputi Bidang Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) BSN sekaligus Pimpinan NMI Indonesia, Y. Kristianto Widiwardono (tengah) saat memberi keterangan kepada media, Kamis, 16Juli 2026. (Foto: RRI/Dyan Parwanto)

Fokus Ekonomi Sirkular dan Kepemimpinan Indonesia di Kawasan

Chairperson APMP, Dr. Gregory Goh mendukung penuh langkah ini dan menegaskan, bahwa tema ekonomi sirkular yang diangkat sangat krusial di tengah disrupsi rantai pasok global akibat situasi geopolitik. Menurutnya, metrologi memainkan peran vital sebagai fondasi pengambilan keputusan yang akurat demi keberlangsungan industri dan kemandirian regional.

"Melalui semangat kolaborasi kita bisa berbuat lebih banyak. Selain itu, ekonomi sirkular (circular economy) juga sangat penting bagi semua orang karena adanya semua gangguan geopolitik terhadap rantai pasok global, sehingga kita perlu lebih bergantung satu sama lain," katanya, mengungkapkan.

Dr. Gregory menyebutkan, ke depan fokus kolaborasi akan diarahkan pada area ekonomi sirkular, salah satunya teknologi baterai. Ia mencontohkan, metrologi sangat dibutuhkan untuk mengukur sisa kapasitas efisiensi baterai bekas secara sahih demi proses daur ulang (reuse) yang tepercaya.

"Tidak ada yang bisa membuktikan kapasitas tersebut secara pasti kecuali kita mengukurnya dengan standar metrologi yang tepat," ujarnya.

Lebih dari sekadar partisipan, Indonesia telah mengambil peran sebagai inisiator dan pemimpin dalam ekosistem metrologi internasional. Peran kepemimpinan Indonesia dibuktikan dengan menempatkan personelnya sebagai Ketua Komisi Negara Berkembang APMP (APMP Developing Economies’ Committee / APMP DEC), APMP Co Convener Asia Pacific Metrology Programme - Asia Pacific Accreditation Cooperation Joint Proficiency Testing Working Group (APMP APAC PTWG), dan 3 orang DEC Champion, masing-masing untuk APMP Technical Committee for Length, APMP Technical Committee for Photometry & Radiometry, dan APMP Technical Committee for Electricity and Magnetism.

Selain itu, menjadi tuan rumah APMP MYM 2026 juga menjadi bukti nyata peran ndonesia dalam mendorong kerja sama kawasan. Peran aktif ini bukanlah kali pertama. Sebelumnya, BSN telah sukses memimpin berbagai agenda strategis internasional, di antaranya penyelenggaraan APMP Energy Efficiency Focus Group (EEFG) 2025 dengan tema "Strengthening Collaboration for Quality of Sustainable Energy", DEC Workshop on Digital Transformation with DCC Hands-On Training 2025, serta 2nd Workshop on the Development of APMP DEC Strategic Planning 2027–2029 pada April 2026 lalu.

Selama lima hari penyelenggaraan, APMP MYM 2026 menghadirkan berbagai agenda, mulai dari rapat komite, simposium internasional, workshop teknis, hingga kunjungan laboratorium. Seluruh rangkaian tersebut diarahkan untuk memperkuat harmonisasi sistem pengukuran, mengevaluasi perkembangan metrologi di kawasan Asia Pasifik, serta mempererat kolaborasi antar NMI.

Melalui penyelenggaraan APMP MYM 2026, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan metrologi internasional guna mendukung perdagangan yang adil, daya saing industri, dan implementasi ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....