137 Kepala Sekolah di Bantul Resmi Dikukuhkan dan Dilantik

  • 30 Mei 2026 21:46 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul - Pemerintah Kabupaten Bantul mengukuhkan dan mengambil sumpah/janji jabatan 137 kepala sekolah di lingkungan Pemkab Bantul. Prosesi pengukuhan dan pelantikan digelar di SMP Negeri 2 Jetis, Kalurahan Canden, Kapanewon Jetis, Jumat, 29 Mei 2026.

Pengukuhan dan pelantikan tersebut terdiri atas 71 kepala sekolah yang dimutasi dan 66 kepala sekolah yang mendapatkan promosi jabatan. Dari jumlah mutasi, sebanyak 57 kepala sekolah berasal dari jenjang SD dan 14 dari jenjang SMP. Sementara promosi jabatan diberikan kepada 11 kepala sekolah jenjang TK, 47 jenjang SD, dan 8 jenjang SMP.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bantul, Triyanto berharap para kepala sekolah yang dilantik mampu menjadikan Trilogi Pendidikan ajaran Ki Hajar Dewantara sebagai landasan dalam menjalankan tugas.

“Kepada para Kepala Sekolah yang akan dilantik, kami ucapkan selamat menjalankan amanah dan tugas yang diberikan. Semoga saudara-saudara mampu meneguhkan kembali ajaran Trilogi Pendidikan sebagai spirit Pendidikan,” ucapnya berharap.

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan saat ini, termasuk pengaruh budaya asing terhadap generasi muda.

Menurutnya, sektor pendidikan menjadi prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, dibutuhkan kepala sekolah yang memiliki kompetensi, kepemimpinan, dan komitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas.

“Gunakan seluruh kemampuan untuk memimpin sekolah masing-masing. Ciptakan lingkungan yang kolaboratif dan saling mendukung antarsivitas akademika. Para guru harus kompak dan menjaga hubungan kerja yang baik,” ujar Bupati Bantul.

Ia juga mengingatkan para kepala sekolah untuk memperkuat kolaborasi dengan orang tua, wali murid, dan tokoh masyarakat di sekitar sekolah. Selain itu, kepala sekolah diminta terus mendorong perbaikan metodologi belajar serta memberikan perhatian kepada siswa yang mengalami ketertinggalan, baik dari sisi akademik maupun nonakademik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....