Kasus Kekerasan Anak di Sleman Masih Tinggi, Pencegahan Terus Digencarkan

  • 23 Jul 2026 16:25 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Kasus kekerasan pada anak, khususnya di Kabupaten Sleman, masih menjadi masalah yang serius. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman terus menggencarkan sejumlah kegiatan untuk menekan angka kekerasan terhadap anak dan pencegahannya.

Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak (P2HA) Dinas P3AP2KB Sleman Diah Niken Andarwati menyampaikan bahwa berdasarkan data Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Sleman, terdapat 118 anak yang mendapatkan penanganan sebagai korban kekerasan sepanjang tahun 2025.

“Harapannya kan setiap kita berharap kalau masalah-masalah yang negatif itu menurun, tetapi kebetulan sampai tengah tahun kok iya ada lumayan,” ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis 23 Juli 2026.

Sejumlah program digencarkan untuk menekan angka tersebut, salah satunya melalui manajemen pencegahan. Niken menjelaskan, manajemen pencegahan kekerasan dilaksanakan di tempat-tempat ibadah untuk mencegah kekerasan terhadap anak serta menjadikan tempat ibadah sebagai ruang yang ramah anak.

“Semua agama kita undang dan kita berkomitmen untuk mencegah kekerasan di tempat ibadah. Beliau-beliau yang kami undang, perwakilan-perwakilan ini, ikut membantu membangun tempat ibadah yang ramah anak dan lingkungan tempat ibadah mereka yang ramah anak,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga memperkuat satuan tugas (satgas) anti-kekerasan dengan melibatkan sekolah, dinas terkait, hingga kepolisian. Niken menambahkan, upaya tersebut dilakukan untuk menginformasikan langkah-langkah pencegahan serta manajemen pencegahan kekerasan pada anak. Sementara itu, penanganan kasus kekerasan dilaksanakan melalui UPTD PPA Sleman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....