Kemenag DIY Perkuat Kompetensi Calon Penyuluh Agama

  • 23 Apr 2026 19:37 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kantor Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki 82 penyuluh agama Islam. Formasi pada tahun 2025 berkurang satu peserta karena wafat sehingga terdapat 81 penyuluh agama Islam.

Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini Kantor Wilayah Kementerian DIY dari bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat Wakaf (Penais Zawa) menyelenggarakan pembinaan awal untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Peserta yang mengikuti sosialisasi adalah CPNS dari Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Peserta dari CPNS sangat antusias mengikuti sosialisasi bertempat di Aula Lantai 3 Kanwil Kemenag DIY. Kegiatan CPNS Kementerian Agama mengusung tema penguatan kapasitas dan kompetensi teknis bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Penyuluh Agama Islam.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Kepala Kanwil Kemenag DIY Ahmad Bahiej dan tamu undangan lainnya. Dalam sambutan Kepala Kanwil Kemenag DIY Ahmad Bahiej mengatakan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital dalam menunjang tugas penyuluh agama.

Rangkaian acara dimulai dari pembukaan dan pemaparan materi dari kedua narasumber. Materi tentang pengembangan potensi diri Penyuluh Agama Islam disampaikan oleh Nurhuda. Selanjutnya untuk materi tentang ruang lingkup kegiatan jabatan fungsional penyuluh agama Islam oleh Ketua Tim Kepenyuluhan dan Sistem Informasi Nur Ahmad Ghojali.

Kepala Kanwil Kemenag DIY Ahmad Bahiej mengatakan terdapat empat fungsi penyuluh agama. “Edukatif, informatif, konsultatif dan advokatif,” katanya. Ia menambahkan keempat fungsi dijalankan optimal dengan didukung peningkatan kompetensi yang berkelanjutan.

“Di era digital ditandai dengan berkembangnya teknologi informasi. Penyuluh agama Islam memiliki kemampuan memanfaatkan platform sebagai sarana efektif dalam menyampaikan pesan keagamaan kepada masyarakat,” katanya.

“Penyuluh agama tidak hanya menyampaikan ajaran tetapi dapat memberikan pemahaman yang benar,” katanya. Sementara itu, Ahmad Bahiej menambahkan penyuluh agama dapat menyajikan informasi yang valid dan menjadi mitra konsultasi masyarakat.

Disampaikan pula melalui penyuluh agama dapat mendampingi umat dalam berbagai persoalan kehidupan. Pentingnya penguatan literasi keagamaan di tengah maraknya penyebaran informasi yang hoax di media sosial. Diharapkan penyuluh agama dapat menjadi rujukan yang kredibel bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....