Sadis, Geng Remaja di Bantul Aniaya Remaja Hingga Tewas
- 21 Apr 2026 19:56 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul - Nasib tragis dialami oleh seorang remaja berinisial IDS, asal Padukuhan Ciren, Triharjo, Pandak, Bantul. Pelajar berusia 16 tahun tersebut diduga menjadi korban pengeroyokan hingga akhirnya meninggal dunia.
Ayah korban, Sugeng Riyanto mengatakan, awalnya ia melihat anaknya masih berada di rumah pada Selasa, 14 April 2026 sekitar pukul 21.00 WIB. Selanjutnya, korban diijemput oleh dua orang temannya pada pukul 22.00 WIB.
Sugeng menyebut, saat itu dirinya sudah tertidur sejak pukul 21.30 WIB. Ia pun mengetahui jika anaknya dijemput usai kejadian berlangsung.
“Awalnya anak saya itu masih bermain bersama keponakannya. Pada pukul 21.30 WIB saya sudah tertidur karena lelah bekerja. Nah, lalu ada dua orang menjemput menggunakan motor N-Max, yang tahu justru tetangga,” ucapnya, Senin, 20 April 2026.
Selanjutnya, korban sempat dibawa ke salah satu sekolah di wilayah Bambanglipuro. Sesampainya di lokasi, sudah ada dua orang berboncengan yang langsung membawa korban pergi dari lokasi tersebut.
“Terus teman anak saya yang di situ (kakak kelasnya), merasa curiga teman anak saya itu membuntuti perjalanan tersebut. Ternyata anak saya dibawa ke Lapangan Gadung Mlaten,” ujarnya.
Sesampainya di lapangan, ternyata sudah ada sekitar 10 orang yang menunggu. Korban lalu disuruh duduk dan diinterogasi oleh sekelompok orang tersebut.
“Anak saya disuruh duduk dan ditanya ‘apakah kamu mau ikut geng itu?’ Dia (anaknya) menjawab tidak karena memang tidak ikut geng. Terus akhirnya langsung dipukuli beramai-ramai,” kata Sugeng.
Sugeng menyebut, anaknya mendapat serangan secara bertubi-tubi bahkan ada yang menggunakan selang, pipa paralon, dan gunting. Korban juga sempat disudut puntung rokok.
“Terus anak saya digilas menggunakan motor berulang kali. Saat sudah tidak sadarkan diri, anak saya bahkan mau dipotong telinganya,” ucapnya.
Namun, upaya tersebut gagal karena gunting yang digunakan para pelaku direbut oleh teman korban. Setelah korban tak berdaya, para pelaku membubarkan diri. Selanjutnya, korban dilarikan ke rumah sakit oleh temannya. Namun, usai mendapatkan perawatan intensif selama beberapa hari, korban akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.
“Sehingga saya minta kepada jajaran kepolisian untuk menangkap pelaku dengan tuntas dan diproses secara hukum,” ucapnya dengan penuh harap.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....