Viral Video Pemotor Jadi Korban Klitih di Banguntapan, Ini Faktanya
- 08 Apr 2026 22:35 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Video bernarasi pemotor menjadi korban klitih di wilayah Potorono, Banguntapan, Bantul sempat viral di jagat maya. Dalam postingan tersebut, terlihat ada tiga orang yang mengalami luka.
“Beredar video di media sosial yang di unggah akun Andi Hartanto, tampak beberapa remaja terluka, dalam keterangannya meyebutkan terjatuh dari motor akibat di kejar "Klitih" ber s4j4m di utara lapangan Potorono Banguntapan Bantul DI.Yogyakarta, kejadian di perkirakan pukul 00.05 WIB (8/4/2026). Hingga postingan ini di unggah admin belum mendapatkan konfirmasi dan informasi resmi dari pihak berwajib,” tulis akun instagram @jogja_admin.
Merespons video tersebut, Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto telah melakukan penyelidikan terhadap insiden itu. Rita menjelaskan, pristiwa bermula saat korban yakni GTW (28), warga Umbulharjo, Kota Yogyakarta, bersama dua orang temannya melintas di Jalan Kemasan, Salakan, Potorono pada dini hari.
“Dua orang temannya yaitu MPS (26) wagra Umbulharo, dan AEM (30) warga Gowongan, Kota Yogyakarta. Ketiganya berniat untuk memancing di barat Jembatan Salakan,” ucapnya kepada awak media, Rabu, 8 April 2026.
Sesampainya di lokasi kejadian, mereka diteriaki oleh pemotor yang tidak dikenal. Pemotor tersebut lalu tiba-tiba menendang setang motor korban.
“Sesampainya di selatan Mie Ayam Baso Legendaris, korban diteriaki ‘Bajingan’ dan ditendang setangnya hingga mengakibatkan ketiganya terjatuh ke aspal,” katanya.
Akibatnya ketiga korban terluka dengan rincian GTW mengalami luka pada rahang, mulut, tangan lecet-lecet, serta pendarahan di kepala. Selanjutnya korban MPS menderita luka pada pelipis, tangan, dan kaki.
“Sementara untuk AEM menderita luka lecet di kaki dan tangan,” ujarnya.
Usai kejadian tersebut, AEM menghubungi rekan-rekannya. Tak berselang lama, rekan-rekannya datang dan ketiga korban dibawa ke RSPAU Hardjolukito untuk mendapatkan perawatan.
Sampai di rumah sakit, GTW dan MPS ternyata harus menjalani rawat inap. Selanjutnya, pihak kepolisian pun mendatangi lokasi kejadian.
“Kami sudah mendatangi TKP dan tidak menemukan alat pancing, padahal korban mengakunya akan memancing. Sampai saat ini juga belum ada laporan resmi dari korban,” ucapnya menambahkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....