Polisi Menyebut Pelaku Pembacokan Sadis di Sedayu Berjumlah Dua Orang

  • 26 Feb 2026 12:12 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Polres Bantul menyatakan jika pelaku pembacokan yang menewaskan seorang pria di Dusun Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Bantul, berjumlah dua orang. Hingga kini, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.

“Saat ini masih kami lakukan pendalaman. Untuk pelakunya itu ada dua orang,” ucap Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto, Rabu, 25 Januari 2026.

Selain itu, pihaknya juga menyelidiki terkait keterlibatan korban sebagai anggota organisasi masyarakat (ormas). Adapun identitas korban yakni TYR (36) yang merupakan warga setempat.

“Apakah korban ini anggota ormas atau bukan? Itu juga masih kami dalami,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria tewas usai menjadi korban pembacokan di rumahnya Dusun Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Bantul pada Rabu, 25 Februari 2026. Mirisnya, penganiayaan tersebut terjadi saat korban sedang tidur bersama istri dan anaknya.

Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengungkapkan, peristiwa tragis itu bermula saat istri korban, RPS (34), sedang tidur berdampingan bersama korban TYR (36) dan anaknya di ruang tengah sekitar pukul 05.30 WIB. Tiba-tiba, RPS mendengar pintu belakang rumahnya terbuka.

“Pelaku yang menggunakan penutup muka (sebo) langsung mengayunkan senjata tajam berjenis parang ke arah korban yang masih tertidur,” ucapnya.

RPS sempat menangkis serangan dari pelaku menggunakan tangannya. Alhasil tiga jari tengahnya mengalami luka.

“Meski sempat ditangkis, sabetan parang tersebut akhirnya mengenai wajah, perut, dan jari korban,” katanya.

Beruntung, anak korban yang masih berusia lima tahun tidak mengalami luka. Setelah melancarkan aksinya, pelaku langsung pergi meninggalkan lokasi.

“RPS lalu meminta tolong warga sekitar dan diteruskan ke kepolisian. Ia lalu dibawa ke Rumah Sakit Mitra sehat Gamping Sleman untuk mendapat perawatan,” ujarnya.

Mendapat laporan tersebut, polisi bersama tim medis langsung mendatangi TKP. Berdasarkan hasil pemeriksaan, luka yang ada di perut korban menjadi penyebab pendarahan hingga meninggal dunia.

“Korban mengalami luka sayatan di bagian wajah sepanjang 10 cm, luka sayatan di perut sampai paha sepanjang 20 cm dengan kedalaman 10 cm, lalu luka dibagian ibu jari tangan kanan sepanjang 4 cm,” ucap Rita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....