Pentingnya Peran Orang Tua Mendukung Anak Disabilitas Berkesenian
- 02 Nov 2025 10:09 WIB
- Yogyakarta
KBRN,Yogyakarta: Memiliki anak istimewa dengan autistik dan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) menjadi sebuah kebaikan, anugerah, sekaligus tantangan bagi orang tua. Meski menghadapi berbagai tantangan, mereka tidak pernah menyerah memberikan dukungan moral maupun fasilitas agar sang anak bisa hidup normal seperti anak lainnya dan bebas mengekspresikan diri melalui bakat dan karya dimiliki.
“Anak saya ada autistiknya juga tapi mild jadi masih suka cerita, sekolahnya di sekolah inklusi SMA Tumbuh, Sewon, Bantul, kelas 12," ujar Sri Utami, ibu dari Rayaka Agastya Wibowo, salah satu peserta Pameran Karya Seni para Seniman Disabilitas yang digelar Aveta Malioboro dan seniman Jogja Disability Arts di Kala Jumpa Caffe Aveta Hotel, Sabtu (1/11/2025).
Sejak kecil menurut Utami, anaknya tertarik untuk melukis obyek kereta api. "Jadi dari kecil tadinya hobi, dikiranya hanya hobi ngelihat di video atau ngelihat kereta lewat tapi ternyata lama-lama coret-coret memang kereta api, saya pikir akan berubah, tapi ternyata enggak,” katanya.
Dijelaskan Utami, ketika memasuki jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama ia berpikir bahwa Rayaka butuh perhatian serius untuk mengembangkan bakat melukisnya. “Kalau ibunya tidak paham tentang seni, akhirnya saya ketemu dengan guru private gambar Pak Andreas Wijaya, beliau juga seniman lukis di Yogyakarta, jadi sejak tahun 2022 mulai tekun rutin untuk belajar ngelukis lebih serius dan hasilnya jadi ikut berbagai pameran, lumayan sering ya,” katanya.
Sejak usia dua tahun Rayaka sudah menunjukan ketertarikannya dalam corat-coret dan kereta api selalu menjadi objek lukisannya. “Pameran besar yang sebelumnya di Art Jog 2024, kemudian Para Art Tokyo di Jepang tahun 2024. Januari 2026 ini lolos kurasi di Inggris, mau dikirim. Terus pernah pameran tunggal di Stasiun Tugu 2023 dan memang kereta api," ujarnya.
Dalam Pameran kali ini, Rayaka mengangkat tema “Chasing The Sun” di mana ada gambar tiga kereta api sedang menuju ke matahari. “Kereta api bisa jadi personalisasi ya, yang muda itu kereta dia (Rayaka) didampingi orang tuanya. Jadi ada tiga kereta sedang mengejar cita-cita, jadi dia ingin menyampaikan pesan bahwa anak-anak itu tidak akan bisa tergali potensinya kalau orang tua atau orang sekitarnya tidak mendukung," ucapnya.
Terlebih bagi anak disabilitas yang menurutnya harus ekstra dalam memahami keinginannya. "Mungkin saya juga sempat ini ya kayak apa sih ngelukis kereta terus, tetapi ternyata ketika difasilitasi kami dukung penuh akan menjadi sesuatu, sampai sekarang saya disini tidak menyangka sampai di titik ini ya,” kata Utami.
Utami menyampaikan bahwa sebagai orang tua ia melihat semua yang terjadi sebagai sebuah proses. Tahapan paling penting sebagai orang tua yang memiliki anak dengan disabilitas yakni harus menerima keadaannya dulu.
“Menerima dia terus segala kekurangan dan kelebihannya, ketika sudah damai dengan semua keadaan itu potensi-potensi itu akan hadir. Sebagai orang tua pasti punya proses karena ya tetap ada naik turun, tetapi sejauh kita sudah memahami, kita coba cari ya jalan apa ya yang kira-kira pas buat dia,” kata Utami.
Utami meyampaikan apresiasi kepada Aveta Hotel dan Jogja Disability Arts (JDA) karena memberikan ruang untuk menunjukkan karya mereka. “Menurut saya ini suatu event yang bagus digelar bareng JDA karena saya juga dari awal JDA yang memberi jalan. Berterima kasih sekali sama Aveta juga karena tidak semua tempat bisa inklusif kayak gini ya," katanya.
Ia berharap anaknya terus berkembang, semakin percaya diri bahwa dia istimewa dan bagi teman-teman disabilitas lainnya jangan pernah berkecil hati agar bisa terus berkembang. “Kita selalu punya keistimewaan-keistimewaan,terutama yang ini lukis ya, semakin banyak tempat-tempat yang membuka peluang, memberikan tempat buat teman-teman disabilitas, buat kita berdaya bareng-bareng,” kata Utami. (vem/par)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....