Nursanti Arimbi: Bayam Malabar Jadi Solusi TOGA andalan Kagama DIY

  • 09 Jul 2026 12:29 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta-Tanaman Obat Keluarga (TOGA) kini kembali menjadi primadona di pekarangan rumah masyarakat sebagai langkah awal menjaga kesehatan secara mandiri. Salah satu tanaman yang memiliki potensi luar biasa namun belum banyak disadari perannya adalah Bayam Malabar.

Nursanti Widi Arimbi, perwakilan dari Pengurus Daerah Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Daerah Istimewa Yogyakarta (Kagama DIY), membagikan ulasan mendalam mengenai karakteristik, manfaat, hingga cara aman mengonsumsi tanaman herbal kaya khasiat ini di siaran Mbangundesa Rabu 8 Juli 2026..

Bayam Malabar memiliki beberapa nama lokal yang mungkin lebih akrab di telinga masyarakat, seperti Gendola, Tanaman Angkung, Lembayung Malabar, atau Bayam Sailan. Tanaman ini dikenal sangat mudah dibudidayakan, baik melalui biji maupun metode stek, serta memiliki laju pertumbuhan yang relatif cepat.

Secara morfologi, Bayam Malabar memiliki karakteristik yang unik:

  • Dua Varian Utama: Terdiri dari varian berwarna merah (Basella rubra) dan varian berwarna hijau (Basella alba).
  • Daun dan Batang: Daunnya berbentuk bulat, tebal, berlendir, dengan warna hijau atau kemerahan. Batangnya tidak berkayu, berwarna hijau pucat atau merah, dan tumbuh dengan cara melilit.
  • Bunga dan Buah: Memiliki bunga majemuk berpetala putih. Buahnya berbentuk bulat-bulat kecil yang tersusun sepanjang tangkai. Saat muda buahnya berwarna hijau, dan akan berubah menjadi ungu tua atau kehitaman ketika sudah matang.

Menurut Arimbi bayam Malabar sangat direkomendasikan sebagai salah satu koleksi TOGA karena kaya akan bahan aktif yang terbukti secara ilmiah bermanfaat bagi tubuh.

1. Kandungan pada Daun

Daun Bayam Malabar kaya akan nutrisi penting seperti Vitamin A, Vitamin C, zat besi, dan kalsium. Selain itu, terdapat senyawa farmakologis penting meliputi:

  • Flavonoid: Senyawa fenolik yang berfungsi menangkap radikal bebas dan mengurangi peradangan.
  • Saponin: Berperan sebagai antimikroba dan membantu menurunkan kolesterol.
  • Tanin: Bersifat astringen yang mendukung kesehatan lambung.
  • Alkaloid: Senyawa terapeutik yang memicu respons penyembuhan pada tubuh.

2. Kandungan pada Biji dan Buah

Buah yang matang memiliki warna ungu pekat yang berasal dari kandungan Betasianin dan Gomphrenin. Kedua komponen ini merupakan sumber antioksidan tinggi yang juga bersifat antiinflamasi (anti-peradangan).

Dengan kombinasi kandungan tersebut, Bayam Malabar efektif membantu masyarakat dalam mengatasi berbagai keluhan kesehatan sehari-hari, seperti:

  • Kolesterol tinggi
  • Kekentalan darah tinggi
  • Anemia (kurang darah)
  • Sering kesemutan
  • Pusing atau sakit kepala

Masyarakat dapat memanfaatkan bagian daun maupun buah dari Bayam Malabar dengan cara pengolahan yang sederhana:

Daun dapat dikonsumsi secara segar sebagai lalapan, ditumis, atau diolah menjadi aneka hidangan sehat keluarga seperti cah, sayur bening, omelet, campuran bubur, hingga bahan tambahan mi.

Buah yang sudah masak (berwarna ungu kehitaman) memiliki rasa yang tawar dan tidak beraroma. Buah ini dapat dikonsumsi langsung atau diekstrak dengan air putih hingga airnya berubah warna menjadi pink atau merah magenta. Konsumsi rutin air ekstrak ini sangat baik untuk membantu penderita kolesterol dan kekentalan darah tinggi.

Meskipun alami, Nursanti Widi Arimbi mengingatkan masyarakat agar bijak dalam mengonsumsinya. Karena Bayam Malabar memiliki khasiat kuat sebagai pengencer darah, konsumsi buah dan bijinya tidak boleh berlebihan dan harus disesuaikan dengan kebutuhan:

  • Untuk Pengobatan (Keluhan Kesehatan): Maksimal dikonsumsi 7 butir buah masak dalam sekali konsumsi, dan dimakan setelah makan.
  • Untuk Perawatan (Menjaga Stamina): Cukup konsumsi 3 butir buah masak secara langsung atau diekstrak dengan segelas air putih.

Melalui edukasi ini, Pengurus Daerah Kagama DIY berharap masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah secara optimal melalui budidaya Bayam Malabar sebagai langkah preventif dan kuratif alami demi mewujudkan keluarga yang sehat dan mandiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....