Kolaborasi Kundha Kabudayan DIY dan RRI Wadahi Dalang Muda Yogyakarta

  • 22 Jul 2026 23:19 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta–RRI Yogyakarta dengan sajian budaya, seni dan tradisi yang ada di Programa 4 selalu menyuguhkan siaran wayang kulit. RRI Yogyakarta untuk menyiarkan konten wayang kulit menggandeng Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Paguyuban Dalang Muda Yogyakarta Sukra Kasih menyelenggarakan Pagelaran Wayang Kulit Purwa. Berlokasi di Omah Wayang, Jl. Langenastran Kidul No. 7 Yogyakarta (17 Juli 2026), pementasan ini menjadi ajang pembuktian keberlanjutan regenerasi seni tradisi di DIY.

Sementara itu Kepala RRI Yogyakarta Taufan Pamungkas mengatakan, sebagai wujud keseriusan RRI sebagai media pelestari budaya, RRI Yogyakarta berkomitmen untuk menjadi media ramah pelestari budaya nusantara. Salah satu keseriusan itu adalah menjalin kerjasama dengan Dinas Kebudayaan DIY yaitu bersama menggelar Pagelaran Wayang Kulit Purwa

"RRI selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Dinas Kebudayaan DIY dan paguyuban dalang di Yogyakarta. Kolaborasi bersama Paguyuban Dalang Muda Sukra Kasih ini adalah bukti nyata bahwa seni wayang tetap lestari dan diminati generasi muda," ujarTaufan.

Pagelaran ini menampilkan sajian utama bertajuk "Abiyasa Krama" yang dibawakan oleh dalang muda Ki Ganesh Risanghastho Wiratsongko, diiringi alunan irama gamelan dari Karawitan Sukra Kasih. Sebagai pembuka (pepucuk), dalang muda Yudistira Arata Nugraha tampil memukau dengan membawakan cerita "Senggana Duta".

Tamu undangan menikmati sajian Pagelaran Wayang Kulit Paguyuban Dalang Muda Yogyakarta Sukra Kasih. (Foto:Dokumentasi Dinas)

Sajian lakon dalam pagelaran kali ini mengangkat tema besar mengenai Katresnan Sejati (cinta sejati). Ketua Paguyuban Dalang Muda Yogyakarta Sukra Kasih, Ki Fani Rikiansyah, menyampaikan bahwa sukra kasih hadir sebagai salah satu tonggak seni pedalangan di Yogyakarta, khususnya dalam hal inovasi dan pengembangan.

"Kami berharap teman-teman dalang muda tetap semangat dan konsisten berusaha melestarikan seni pedalangan. Tentu kami juga terus memohon bimbingan dan arahan dari para senior di Paguyuban Dalang PEPADI maupun PEPADANG," ujar Ki Fani.

Mewakili Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Kepala Seksi Pemeliharaan dan Pengembangan Warisan Budaya Takbenda, Joy Jatmiko Abdi, S.S., M.A., menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengawal pelestarian serta pengembangan seni tradisi.

Pihaknya rutin menggelar berbagai program edukatif seperti festival dalang dan pementasan berkala. Ia mengingatkan bahwa di dalam setiap pagelaran wayang kulit, terkandung nilai-nilai luhur yang sangat berharga bagi masyarakat.

"Di dalam pagelaran wayang, tentunya tidak hanya sekadar tontonan visual semata, melainkan ada tuntunan moral dan filosofi hidup di setiap lakon yang dibawakan. Keberadaan paguyuban dalang muda ini menjadi angin segar bagi masa depan budaya kita," jelas Joy Jatmiko.

"RRI selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Dinas Kebudayaan DIY dan paguyuban dalang di Yogyakarta. Kolaborasi bersama Paguyuban Dalang Muda Sukra Kasih ini adalah bukti nyata bahwa seni wayang tetap lestari dan diminati generasi muda," ujarTaufan.

Informasi Siaran Tunda

Bagi masyarakat dan pecinta seni pedalangan yang tidak sempat menyaksikan pementasan secara langsung di Omah Wayang, pagelaran wayang kulit purwa ini dapat didengarkan melalui siaran tunda di Programa 4 (Pro 4) RRI Yogyakarta pada:

  • Hari/Tanggal: Sabtu, 25 Juli 2026 jam 21.00 wib - selesai

  • Saluran: Pro 4 RRI Yogyakarta (Fm 106,6 dan AM 1107 Khz dan Aplikasi RRI Digital)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....