Bungah Hadirkan Ruang Refleksi ditengah Kesibukan

  • 21 Jun 2026 13:22 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul - Di tengah ritme kehidupan yang semakin cepat dan padat, Bungah hadir sebagai ruang alternatif bagi masyarakat untuk sejenak berhenti dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Mengusung tema "Pause, Gather, Listen", acara yang digelar di Paddys Delight, Sawah Tamanan Villa & Resort, Bantul, Jumat 19 Juni 2026, berhasil menghadirkan suasana hangat yang memadukan musik, seni, dan refleksi diri dalam satu pengalaman yang intim.

Sejak sore hari, area outdoor Paddys Delight dipenuhi pengunjung dari berbagai kalangan yang datang untuk menikmati konsep acara yang berbeda dari kebanyakan kegiatan hiburan. Bungah tidak hanya menawarkan pertunjukan musik, tetapi juga mengajak setiap peserta melakukan "check-in" dengan diri sendiri melalui aktivitas menulis jurnal, berbagi cerita, dan menikmati suasana secara lebih sadar serta penuh makna.

Di bawah temaram lampu dan langit malam Bantul, para pengunjung memilih untuk melambat sejenak, menikmati musik, berbagi cerita, dan kembali terhubung dengan diri sendiri. (Foto: Jendela Nusantara/Aga)

Penyelenggara Bungah mengatakan konsep tersebut lahir dari kebutuhan banyak orang yang sering kali tenggelam dalam rutinitas tanpa sempat memberi ruang bagi diri sendiri. Melalui berbagai aktivitas sederhana, peserta diajak untuk melambat, mengurai pikiran, dan menemukan kembali ketenangan di tengah hiruk pikuk keseharian. "Kami ingin menghadirkan ruang yang aman dan nyaman bagi siapa saja untuk beristirahat sejenak dari tekanan hidup yang serba cepat," ujarnya.

Suasana semakin hidup berkat penampilan musik akustik dari Bebas Bersuara, Asvadial, dan Mayasastra yang membawakan lagu-lagu bernuansa hangat. Penampilan spesial gitaris Tiket Band, Arden Wiebowo, turut menjadi daya tarik tersendiri dengan suguhan lagu-lagu nostalgia yang mengiringi percakapan santai para pengunjung di bawah langit senja Jogja Selatan.

Dari tim penyelenggara hingga seluruh pendukung acara, Bungah hadir berkat kolaborasi orang-orang hebat yang percaya bahwa jeda juga penting dalam perjalanan hidup. (Foto: Jendela Nusantara/Aga)

Selain musik, Bungah juga melibatkan berbagai pelaku kreatif lokal seperti Lalitabeads, Sccrochet, Pocket of Sprouts, Nui, Pheryno Leather, Tarot Jogja Indo, hingga sesi live painting oleh Lanua. Kolaborasi lintas bidang tersebut menghadirkan pengalaman yang mempertemukan kreativitas, mindfulness, serta apresiasi terhadap karya-karya lokal dalam suasana yang akrab dan inklusif.

Salah seorang peserta mengaku merasakan pengalaman yang berbeda selama mengikuti acara tersebut. Menurutnya, Bungah menjadi tempat yang tepat untuk melepas penat sekaligus bertemu dengan orang-orang yang memiliki semangat serupa dalam menikmati hidup secara lebih perlahan. "Jarang ada acara yang membuat saya benar-benar bisa berhenti sejenak dan mendengarkan diri sendiri. Suasananya hangat dan sangat menenangkan," katanya.

Sebagai kenang-kenangan, setiap peserta membawa pulang goodie bag edisi spesial Bungah yang berisi notebook, alat tulis, postcard, stiker, serta berbagai hadiah kolaborasi dari mitra acara. Melalui penyelenggaraan perdananya, Bungah ingin terus menjadi ruang kecil yang hangat dan inklusif bagi siapa saja yang membutuhkan jeda. Acara ini menjadi pengingat bahwa menikmati hidup tidak selalu berarti berlari lebih cepat, melainkan memberi waktu untuk berhenti, berkumpul, dan benar-benar hadir dalam setiap momen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....