Rajut Kerukunan Melalui Seni, Komunitas Lintas Agama Nonton Bareng

  • 27 Mei 2026 18:57 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai panggung Purawisata di Jalan Brigjen Katamso, Yogyakarta. Ratusan penonton dari berbagai latar belakang agama dan usia tampak memadati area tribun untuk menyaksikan pertunjukan klasik Sendratari Ramayana (Ramayana Ballet) Selasa,26 Mei 2026. Acara nonton bareng (nobar) dari lintas agama ini menjadi bukti nyata bahwa seni dan budaya mampu menjadi jembatan pemersatu bangsa.

Antusiasme masyarakat sudah terlihat sejak sore hari. Penonton yang hadir sangat beragam, mulai dari anak-anak, remaja, hingga lansia. Mereka tampak larut dalam setiap adegan epik yang dibawakan secara apik oleh para penari.

Bagi para peserta, acara ini bukan sekadar hiburan visual, melainkan sebuah ruang refleksi budaya dan sosial. Dedy Afrizal, salah satu penonton yang berasal dari Gereja Kristen Jawa (GKJ) Gondokusuman, mengungkapkan rasa bahagia dan apresiasinya atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga kearifan lokal sekaligus mempererat tali silaturahmi antarumat beragama.

"Saya sangat senang bisa menonton pertunjukan ini. Ini adalah bentuk nyata dalam menjaga kearifan lokal kita. Apalagi dikemas dalam acara nonton bareng lintas agama, sehingga kita bisa saling menghargai, menghormati, bersilaturahmi, dan menjaga kerukunan beragama," ujar Dedy.

Dedy juga berbagi cerita bahwa nilai-nilai toleransi ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-harinya. "Di keluarga saya sendiri terdiri dari berbagai agama, dan kami selalu saling menghormati. Kegiatan nobar seperti ini kalau bisa sering-sering saja diadakan, agar rasa persaudaraan antar sesama kita semakin kuat," ujarnya.

Pihak pengelola kawasan, Mandira Baruga, menyambut positif semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh komunitas lintas agama tersebut. Juliani Br. Ginting, selaku Executive Assistant Manager Mandira Baruga, menjelaskan bahwa acara nonton bareng ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan mereka untuk mendekatkan seni tradisi kepada seluruh lapisan masyarakat.

"Acara nonton bareng ini beberapa waktu lalu kami menggelar nobar antar pelajar, kemudian nobar bersama komunitas seni, dan saat ini kami menggandeng komunitas lintas agama," ujar Juliani Br. Ginting.

Melalui pagelaran seni ini, pihak manajemen berharap pesan-pesan perdamaian dan keluhuran budaya dapat terus tersampaikan kepada generasi penerus.

"Harapan kami, dengan adanya pertunjukan Sendratari Ramayana ini, toleransi beragama akan selalu tercipta dengan indah. Di sisi lain, kita juga memastikan bahwa budaya di Yogyakarta selalu lestari dan terjaga dengan baik," kata Juliani Br. Ginting.

Malam itu, di bawah langit Yogyakarta, Sendratari Ramayana Purawisata tidak hanya berhasil menghibur lewat gerak tari dan gending Jawa, tetapi juga sukses menjadi ruang inklusif yang menyatukan perbedaan dalam balutan harmoni.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....