Jogjavaganza Vol. 5 Padukan Kreativitas, Tradisi, dan Lingkungan
- 31 Mei 2026 09:20 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Semangat kreativitas, pelestarian budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan berpadu dalam gelaran Jogjavaganza Carnival Vol. 5 yang berlangsung di Loman Park Hotel Yogyakarta pada 30–31 Mei 2026. Mengusung tema “Memantik Kreasi, Merayakan Tradisi, Merawat Bumi”, festival ini menjadi ruang kolaborasi bagi komunitas, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pegiat lingkungan, hingga keluarga untuk belajar, berbagi, dan berkreasi bersama.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Berbagai program edukatif dan hiburan dihadirkan untuk mendorong gaya hidup berkelanjutan, mulai dari demo eco print, komposting, edukasi satwa, lokakarya kreatif, bazar produk ramah lingkungan, hingga diskusi inspiratif yang menyasar berbagai kalangan masyarakat.

Marketing Communication Manager Loman Park Hotel sekaligus Ketua Pelaksana Jogjavaganza Carnival Vol. 5, Irfan, mengatakan bahwa festival tersebut merupakan agenda yang sepenuhnya dirancang dan dikelola oleh tim internal hotel. Menurutnya, sejak pertama kali digelar, penyelenggaraan Jogjavaganza terus berkembang berkat masukan dari pengunjung maupun tenant yang terlibat. “Dari penyelenggaraan pertama hingga yang kelima ini kami mengerjakannya sendiri bersama tim internal. Setiap tahun kami terus menerima masukan dari pengunjung dan tenant, sehingga acara berkembang semakin baik dan semakin besar,” ujarnya saat ditemui 30 Mei 2026.
Menurut Irfan, penyelenggaraan tahun ini menjadi edisi paling meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Beragam kegiatan yang selama ini dilaksanakan secara terpisah kini dikemas dalam satu momentum besar sehingga pengunjung dapat menikmati beberapa aktivitas sekaligus dalam satu waktu. “Jogjavaganza kali ini menjadi wadah berbagai program yang selama ini kami jalankan. Karena aktivitasnya semakin banyak, kami menyiapkan dua area panggung agar seluruh kegiatan dapat berjalan maksimal,” katanya.
Tidak hanya menghadirkan aktivitas yang beragam, Jogjavaganza Carnival Vol. 5 juga melibatkan 36 tenant UMKM yang telah melalui proses kurasi. Para pelaku usaha yang berpartisipasi dinilai memiliki keselarasan dengan konsep keberlanjutan, mulai dari produk ramah lingkungan, kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga fesyen yang mengedepankan nilai budaya dan kepedulian terhadap lingkungan.
Irfan menegaskan bahwa keberadaan bazar dalam festival tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan komersial. Pihak penyelenggara justru berupaya memberikan ruang promosi yang terjangkau bagi pelaku usaha lokal agar dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.
“Kami ingin membantu UMKM agar bisa berkembang bersama. Karena itu biaya partisipasi tenant dibuat terjangkau sehingga mereka memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan keuntungan selama acara berlangsung,” ucapnya.
Konsep “Memantik Kreasi” diwujudkan melalui berbagai aktivitas kreatif seperti merangkai bunga, workshop daur ulang pakaian bekas menggunakan teknik patching, hingga sejumlah kegiatan yang mengajak masyarakat menciptakan produk baru dari barang yang sudah ada. Sementara tema “Merayakan Tradisi” diwujudkan melalui kehadiran kuliner tradisional, permainan rakyat, dan produk lokal yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia.

Adapun tema “Merawat Bumi” diwujudkan melalui program Eco Swap yang memungkinkan pengunjung menukarkan sampah daur ulang dengan telur. Program tersebut digelar bekerja sama dengan komunitas lingkungan Bumiku Lestari dan menghadirkan telur dari peternakan ayam lepas kandang bersertifikasi sebagai bentuk dukungan terhadap praktik konsumsi yang lebih berkelanjutan. “Pengunjung bisa membawa sampah yang telah kami tentukan kategorinya, kemudian ditukarkan dengan telur. Ini menjadi cara sederhana untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular,” katanya. Irfan menambahkan bahwa sebagian hasil pengelolaan sampah dari mitra lingkungan juga dimanfaatkan kembali dalam operasional hotel, termasuk untuk kebutuhan konsumsi tamu.
Penyelenggaraan Jogjavaganza Carnival Vol. 5 yang bertepatan dengan libur panjang akhir pekan turut memberikan dampak positif terhadap tingkat hunian hotel. Ke depan, Loman Park Hotel berencana mengembangkan festival tersebut dengan durasi yang lebih panjang dan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan. “Kami berharap Jogjavaganza berikutnya bisa berlangsung lebih lama dan menjangkau lebih banyak pihak. Harapannya, acara ini dapat menjadi agenda kreatif yang semakin berkontribusi bagi pariwisata dan ekonomi kreatif di Yogyakarta,” ujarnya.
Dengan perpaduan edukasi, budaya, hiburan, dan kepedulian lingkungan, Jogjavaganza Carnival Vol. 5 menjadi bukti bahwa sebuah festival mampu menghadirkan keseruan sekaligus mendorong perubahan positif bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....