Cerita Kita Festival Meriahkan Dua Dekade Kinderstation School

  • 02 Jun 2026 07:42 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Ribuan penonton memadati Gedung Olah Raga (GOR) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam gelaran Cerita Kita Festival yang diselenggarakan oleh Kinderstation Student Council (OSIS) bersama Kinderstation School dan didukung oleh event organizer Mixpro, Sabtu 30 Mei 2026. Festival musik tersebut berlangsung meriah dengan menghadirkan sejumlah musisi ternama serta penampilan talenta muda yang berhasil menarik antusiasme masyarakat.

Acara ini menjadi salah satu rangkaian perayaan menuju Hari Ulang Tahun ke-20 Kinderstation School yang akan diperingati pada Juni 2026. Selain menjadi ajang hiburan, Cerita Kita Festival juga dirancang sebagai wadah pembelajaran bagi para siswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola sebuah acara berskala besar.

Energi Wijaya 80 sukses membakar semangat ribuan penonton di Cerita Kita Festival 2026. (Foto: Istimewa)

Ketua OSIS sekaligus Ketua Panitia Cerita Kita Festival, Maxi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan konser musik pertama yang digagas oleh Kinderstation School. Menurutnya, penyelenggaraan festival menjadi langkah baru sekolah dalam mengembangkan kreativitas sekaligus kemampuan organisasi para siswa. “Cerita Kita Festival adalah konser yang diadakan oleh Kinderstation Student Council bersama sekolah dan dibantu oleh Mixpro. Ini menjadi konser pertama yang diadakan oleh Kinderstation,” ujarnya.

Festival tersebut menghadirkan deretan musisi yang telah dikenal luas oleh masyarakat, di antaranya Idgitaf, Wijaya 80, Humiian, dan G-Groove. Selain itu, panggung Cerita Kita Festival juga memberikan ruang bagi para pemenang Kinderstation Band Competition (KBC) 2026 serta band internal Kinderstation School untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan ribuan penonton.

G-Grove sukses menghidupkan panggung Cerita Kita Festival dengan penampilan penuh energi dan semangat. (Foto: Istimewa)

Maxi menjelaskan bahwa nama “Cerita Kita” dipilih karena mencerminkan semangat berbagi kisah melalui musik. Menurutnya, setiap musisi memiliki pengalaman dan pesan yang berbeda untuk disampaikan kepada penonton melalui karya-karya yang dibawakan di atas panggung. “Kami ingin setiap artis atau performer yang tampil di atas panggung bisa mengekspresikan cerita mereka lewat musik. Karena itu kami memilih nama Cerita Kita Festival,” katanya.

Persiapan acara dilakukan jauh hari sebelum pelaksanaan. Maxi mengungkapkan bahwa komunikasi dengan pihak event organizer profesional telah dimulai sejak November 2025. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses perencanaan hingga pelaksanaan konser dapat berjalan secara terstruktur dan profesional. “Kami memang sudah merencanakan acara ini sejak tahun lalu. Karena ini konser pertama dan skalanya cukup besar, kami bekerja sama dengan event organizer agar prosesnya lebih terorganisir,” ujarnya.

Idgitaf sukses menghadirkan suasana hangat dan penuh makna di Cerita Kita Festival 2026. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Kepala Sekolah Kinderstation Senior High School, Maria Miwita Rosari, S.Pd., menegaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan festival bukan semata menghadirkan hiburan, melainkan memberikan pengalaman belajar nyata bagi siswa. Menurutnya, keterlibatan siswa dalam kepanitiaan memungkinkan mereka mempelajari berbagai keterampilan penting yang tidak selalu diperoleh di dalam ruang kelas.

Maria mengatakan para siswa belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, hingga manajemen acara. Pengalaman tersebut dinilai sangat penting untuk membekali mereka menghadapi tantangan di dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat di masa depan. “Yang paling penting bagi kami adalah anak-anak belajar. Mereka belajar bagaimana mengelola acara, berkomunikasi dengan banyak pihak, memahami struktur kepanitiaan, hingga menyelesaikan berbagai tantangan yang muncul selama proses persiapan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sebelum konser utama digelar, Kinderstation School lebih dahulu menyelenggarakan Kinderstation Band Competition (KBC) yang sebagian besar pengelolaannya dilakukan langsung oleh siswa. Adapun pada Cerita Kita Festival, sekolah menggandeng Mixpro agar siswa tetap mendapatkan pengalaman praktik dengan pendampingan dari tenaga profesional. “Kami membagi fokusnya. Anak-anak mengelola Kinderstation Band Competition, sedangkan untuk konser besar mereka belajar bersama event organizer profesional. Mereka mendapatkan pengalaman langsung tentang bagaimana industri event bekerja,” katanya.

Pihak sekolah menegaskan bahwa jumlah penonton bukan menjadi ukuran utama keberhasilan acara. Yang lebih penting adalah proses pembelajaran yang diperoleh siswa selama perencanaan hingga pelaksanaan festival. Ke depan, Kinderstation School berharap Cerita Kita Festival dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan menjadi ruang bagi siswa untuk berkarya. “Kami berharap akan ada Kinderstation Band Competition berikutnya, Cerita Kita Festival berikutnya, dan terus berlanjut menjadi tradisi tahunan. Ini bukan sekadar konser, tetapi juga ruang belajar dan ruang berkarya bagi siswa,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....