Mahasiswa UNY Sukses Pentaskan Kethoprak 'Luh Kang Pinesthi' di RRI Yogyakarta

  • 11 Jun 2026 11:53 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta-- Nuansa magis seni tradisi dan gemuruh tepuk tangan memenuhi Auditorium RRI Demangan, Gejayan, Yogyakarta. Sebanyak 29 mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam Paguyuban Darunacakra, Sanggar Sastra Jawi Kelas D Angkatan 2024, Program Studi Pendidikan Bahasa Jawa FBSB Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), sukses menggelar pementasan kethoprak bertajuk “Luh Kang Pinesthi” Rabu 11 Juni 2026.

Lakon apik tersebut merupakan hasil adaptasi dari Naskah Kethoprak “Mawar Tinetes Getih” dan “Getih Satriya Parakan” anggitan (karya) Nur Rosyid Hidayat. Di bawah arahan sutradara muda Bagas Yoga Anantyo, pementasan ini menjadi panggung pembuktian kreativitas sekaligus pemenuhan tugas akhir mata kuliah di bawah bimbingan dosen pengampu Prof. Dr. Drs. Affendy Widayat, M.Phil., dan Sutrisno Siswoyo, M.Pd.

Di balik layar kesuksesan yang tampak megah, ada perjuangan intensif yang dilalui seluruh tim selama kurang lebih dua bulan proses latihan. Bagi sang sutradara, Bagas Yoga Anantyo, pementasan ini menjadi tonggak sejarah personal yang penuh dengan dinamika. "Ini adalah suatu hal yang baru bagi saya, karena ini kali pertama saya memegang peran sebagai sutradara," ujar Bagas.

Ia tidak menampik bahwa memimpin produksi besar dengan puluhan kepala memiliki tingkat kesulitan tersendiri. "Rasanya berat karena saya harus ngemong orang banyak dan harus bisa mengontrol emosi. Namun, setelah proses panjang selama dua bulan itu, akhirnya pentas bisa terlaksana dengan lancar tanpa suatu halangan apa pun," katanya lega.

Saat Proses Latihan untuk Pagelaran Kethoprak di kampus UNY.(Foto: Dok.Bagas)

Auditorium RRI Demangan malam itu menjelma menjadi ruang ekspresi bagi para seniman muda UNY untuk menunjukkan kebolehannya. Kehadiran Kepala RRI Yogyakarta yang memberikan sambutan langsung menjadi bentuk dukungan nyata terhadap eksistensi pergelaran ini.

Dalam sambutannya, Kepala RRI Yogyakarta menekankan pentingnya membuka ruang seluas-luasnya agar terjalin kolaborasi dengan berbagai komunitas seni yang ada di Yogyakarta. Sebagai "Rumah Budaya", RRI berkomitmen untuk terus memfasilitasi kegiatan positif seperti ini.

Lebih lanjut, pihak RRI menyampaikan bahwa stasiun penyiaran publik ini membutuhkan pasokan konten seni budaya yang hidup di tengah masyarakat. Kehadiran generasi muda yang peduli pada seni tradisi diharapkan mampu mewarnai konten RRI dengan nuansa kearifan lokal Yogyakarta yang kental. Upaya pelestarian budaya ini ditegaskan tidak bisa berjalan sendiri, melainkan mutlak membutuhkan sinergitas dari semua pihak.

Apresiasi tinggi juga datang dari dosen pengampu, Prof. Dr. Drs. Affendy Widayat, M.Phil. Sepanjang malam pertunjukan, ia tampak antusias menyaksikan setiap jengkal penampilan dari berbagai kelompok mahasiswa yang tampil totalitas di atas panggung.

Prof. Affendy menyatakan rasa bangga dan bahagianya melihat antusiasme serta komitmen yang ditunjukkan oleh para mahasiswa Angkatan 2024 ini. Menurutnya, karya ini menjadi bukti konkret bahwa seni kethoprak masih memiliki tempat di hati generasi hari ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....