Jamu Tradisional Berkembang dari Warisan Leluhur ke Pendekatan Ilmiah

  • 27 Apr 2026 17:41 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Jamu tradisional memiliki berbagai tingkatan, mulai dari ramuan warisan leluhur hingga peracikan berbasis pendekatan ilmiah dalam praktik pengobatan herbal atau tradisional.

Ketua Penyehat Tradisional (HATTRA) DIY, Sriyono, mengatakan pengobatan tradisional tidak hanya berupa ramuan herbal, tetapi juga mencakup keterampilan terapi serta unsur spiritual yang menjadi satu kesatuan dalam proses penyembuhan.

“Dalam pengobatan jamu itu ada tiga yang tidak bisa dipisahkan, yaitu keterampilan, ramuan, dan spiritual,” ujarnya.

Ia menjelaskan tingkatan jamu diawali dari jamu klasik yang diwariskan secara turun-temurun dengan takaran tradisional berdasarkan pengalaman leluhur. Pada tahap ini, ukuran ramuan masih menggunakan metode sederhana seperti sak jumput, sak gegem. dan sebagainya.

Selanjutnya berkembang jamu saintifik yang mulai menggunakan ukuran lebih pasti dan pendekatan ilmiah. “Terus berjalan ini ada jamu saintifik yang sudah menggunakan ukuran pasti dalam gram serta melalui proses peracikan yang lebih terukur,” katanya.

Tingkatan berikutnya yakni jamu madya, di mana ramuan sudah diarahkan untuk membantu kesehatan organ tubuh tertentu seperti jantung, paru-paru, lambung, hingga hati. Sedangkan pada tingkat utama, peracikan jamu dilakukan lebih hati-hati karena berkaitan langsung dengan terapi kesehatan.

“Kalau sudah masuk jamu utama, peracikannya harus benar-benar bertanggung jawab. Semua tingkatan jamu tetap memperhatikan keamanan, tetapi pada tingkat utama harus lebih berhati-hati,” ujarnya.

Ia menambahkan, unsur spiritual dalam pengobatan tradisional menjadi bagian penting yang mulai berkurang saat ini. Menurutnya leluhur dahulu menekankan kehati-hatian, laku prihatin, serta doa dalam memilih dan meramu bahan agar khasiat jamu bekerja secara menyeluruh bagi kesehatan tubuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....