Menyelami Hubungan Menjaga Lingkungan dan Pancasila dalam Festival Wayang Beber
- 02 Jun 2026 21:04 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Kampung Pancasila Kanutan, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul berkolaborasi dengan Museum Wayang Beber Sekartaji, menggelar Festival Wayang Beber Pancasila 2026 pada Senin, 1 Juni 2026. Diiringi tembang dan alunan musik tradisional, pagelaran tersebut dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Lahir Pancasila.
Kegiatan diawali dengan pementasan wayang beber di Pendopo Museum Wayang Beber Sekartaji. Dalang wayang beber Indra Suroinggeno, membawakan kisah Sang Hyang Sutasoma yang dikenal sebagai sumber lahirnya semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Kepada awak media Indra mengatakan bahwa tema kali ini mengangkat isu ekologi terutama kepedulian manusia terhadap lingkungan. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila sejatinya juga mengajarkan manusia untuk menjaga keseimbangan alam.
“Nilai-nilai Pancasila itu tidak hanya mengatur hubungan antar manusia, tetapi juga mengajarkan manusia untuk menjaga keseimbangan alam sebagai bentuk pengamalan sila Ketuhanan Yang Maha Esa,” ucapnya.
Melalui metode kesenian lokal dan budaya, masyarakat diajak untuk memahami bahwa merawat lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab moral dan kebangsaan. Indra pun berharap agar wayang beber dapat menjadi media edukasi yang tak lekang oleh perubahan zaman.
“Melalui acara ini, harapannya yakni warisan budaya nusantara dapat terus hidup dan menjadi media edukasi yang relevan dalam menjawab tantangan masa depan. Termasuk yaitu upaya menjaga kelestarian lingkungan demi generasi mendatang,” katanya.
Setelah pementasan, peserta mengikuti kirab budaya dengan membawa berbagai tanaman serta replika Burung Garuda Pancasila sebagai simbol kehidupan, persatuan, dan kecintaan terhadap alam. Kirab juga dimeriahkan oleh kehadiran patung Garuda berukuran besar serta ogoh-ogoh Purusada, yang melambangkan kerusakan lingkungan akibat perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab.
“Selain itu rangkaian acara juga meliputi lomba mewarnai wayang beber, lomba bercerita wayang beber, sarasehan kebudayaan, hingga pementasan ketoprak. Dan hasil dari lomba mewarnai dipamerkan di sepanjang pagar jalan Kampung Pancasila sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat dan pengunjung,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....