Dinkop UKM DIY Sebut 90 Persen UMKM Masih Berada di Skala Mikro
- 01 Okt 2026 10:56 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, YOGYAKARTA – Program Kawruh Pro 4 RRI Yogyakarta menghadirkan dialog interaktif mengenai perkembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu, 30 September 2026.
Kepala Bidang Mikro Dinas Koperasi dan UKM DIY Veronica Setyoningtyas Prativi menyampaikan klasifikasi usaha berdasarkan omzet dan modal yang berlaku saat ini. Usaha dengan omzet di bawah Rp2 miliar per tahun dikategorikan sebagai usaha mikro, omzet Rp2 miliar hingga Rp15 miliar masuk kategori usaha kecil, dan di atas Rp15 miliar tergolong usaha menengah.
Vivi, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa sekitar 90 persen dari ratusan ribu pelaku UMKM yang tercatat di DIY masih berada di skala mikro dengan dominasi sektor kuliner.
“Omzet pada skala mikro umumnya belum besar sehingga kontribusinya bagi perekonomian keluarga dinilai belum signifikan. Tantangan lainnya adalah masih banyak pelaku usaha yang belum fokus menjalankan usahanya setiap hari,” katanya.
Dinamika usaha mikro ini tecermin dari kisah dua narasumber yang hadir. Pemilik UMKM BeniNg Eni Dwi Ningsih menceritakan pengalamannya memproduksi minuman jahe instan serbuk yang telah berjalan selama lima tahun. Demi menjaga ketersediaan pasokan dan menyesuaikan selera pasar, ia memilih menggunakan jahe emprit dari warung tetangga sekitar.
“Awalnya sempat menggunakan jahe merah, namun terkendala ketersediaan bahan baku yang tidak menentu serta harga yang tinggi,” ujarnya.
Sementara itu penggerak UMKM Karunia Yanuasih membagikan perjalanan panjang kewirausahaannya sejak muda. Mulai dari membantu jualan tempe, membuat mainan anak berbahan triplek, memproduksi plafon, berjualan sepatu, hingga kini fokus memproduksi serundeng manis kering beremasan modern.
“Ketekunan, adaptasi, dan pengelolaan keuangan yang cermat menjadi kunci utama untuk terus bertahan,” ucapnya. (Liani)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....