Kedai Ozora, Bawa Cita Rasa Kuliner Wonosobo ke Yogyakarta

  • 09 Agt 2026 18:40 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kabupaten Wonosobo belakangan ini turut mendorong pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sektor kuliner khas daerah. Fenomena embun upas dengan suhu mencapai minus 6 derajat Celsius yang sempat viral menjadi salah satu daya tarik yang mendongkrak aktivitas ekonomi masyarakat.

Melihat potensi tersebut, Pemilik Kedai Ozora Sugiyanto menghadirkan cita rasa khas Wonosobo di Yogyakarta melalui kedai yang berlokasi di Gamping Lor. Selain menyediakan kuliner seperti tempe kemul, nasi megono, carica, hingga minuman khas, ia mengembangkan paket wisata kuliner yang memperkenalkan makanan legendaris Wonosobo kepada wisatawan.

"Kalau belum sempat ke Wonosobo tapi ingin merasakan cita rasa kuliner khas Wonosobo, datang saja ke Gamping. Kami membawa makanan khas Wonosobo ke sini, jadi tidak perlu jauh-jauh ke sana kalau hanya ingin melepas rindu dengan kuliner khasnya," katanya saat diwawancarai di Pro 2 Jogja.

Menurut Sugiyanto, tantangan terbesar dalam menghadirkan makanan khas Wonosobo di Yogyakarta adalah menjaga keaslian rasa. Beberapa bahan baku utama seperti pati basah untuk tempe kemul harus didatangkan langsung dari Wonosobo karena tidak tersedia di Yogyakarta agar cita rasa dan teksturnya tetap terjaga.

"Kalau diganti dengan bahan yang ada di Jogja, hasilnya berbeda. Akhirnya kami tetap mengambil pati basah langsung dari Wonosobo. Itu memang menjadi tantangan, tetapi sekaligus menjadi keunggulan karena tidak mudah ditiru," ucapnya.

Di sisi lain, Sugiyanto menilai keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga strategi pemasaran dan konsistensi dalam menjalankan usaha. Ia menekankan pentingnya membangun cerita atau storytelling di balik setiap produk agar memiliki nilai lebih di mata konsumen, sekaligus menjaga ketersediaan stok agar pelanggan tidak beralih ke produk lain.

"Kalau marketing sekarang itu butuh storytelling. Orang membeli bukan hanya makanannya, tetapi juga cerita di balik makanan tersebut. Selain itu, UMKM juga harus konsisten buka dan memastikan stok selalu tersedia supaya pelanggan tidak mencari produk lain," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....