Kondang Gangsar Bertahan Jadi Destinasi Oleh-oleh Favorit di Yogyakarta
- 04 Agt 2026 11:40 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Toko oleh-oleh Kondang Gangsar terus mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu destinasi belanja buah tangan di kawasan Jalan Jogja–Solo, Krajan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Berdiri sejak 2009, toko yang dikelola oleh Sarwiti ini menawarkan beragam produk khas Yogyakarta dan Jawa Tengah, mulai dari bakpia, bakmi, dodol, jenang, hingga aneka camilan tradisional favorit wisatawan.
Pemilik Kondang Gangsar Sarwiti mengatakan usaha tersebut dirintis karena melihat peluang bisnis oleh-oleh yang terus berkembang seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Yogyakarta. Selain menjalankan usaha, ia mengaku senang dapat bertemu dengan pelanggan dari berbagai daerah dan bertukar pengalaman selama melayani pembeli.
"Saya membuka usaha ini sejak tahun 2009. Menjalankan usaha oleh-oleh membuat saya bisa bertemu banyak orang dari berbagai daerah dan saling berbagi pengalaman," ujarnya.
| Baca juga: Cimol Stik Kentang Ramaikan Jalan Terban UGM |
Saat ini Kondang Gangsar memiliki satu cabang di wilayah Muntilan. Produk yang paling banyak diminati pelanggan antara lain bakmi, dodol, bakpia, serta aneka jenang yang sebagian besar diproduksi oleh keluarga sendiri. Menurut Sarwiti, produk-produk tersebut tetap menjadi pilihan utama wisatawan yang mencari oleh-oleh khas dengan cita rasa tradisional.

Salah satu pengunjung Toko Oleh-Oleh Kondang Gangsar Adi Arya menyampaikan bahwa banyaknya pilihan produk menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli.
"Pilihannya banyak banget di sini. Jadi gampang kalau mau cari oleh-oleh, tinggal pilih sesuai selera," katanya.
Harga yang ditawarkan di toko ini cukup beragam. Bakpia dijual mulai Rp14 ribu hingga Rp40 ribu per kotak, sedangkan dodol dan beberapa produk lainnya dibanderol sekitar Rp40 ribuan. Toko beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. Untuk memudahkan pelanggan, pembelian minimal 10 paket dapat diantar, sementara pembelian 30 paket berhak mendapatkan bonus satu paket.

Meski demikian, Sarwiti mengakui persaingan usaha oleh-oleh saat ini semakin ketat. Selain jumlah toko yang terus bertambah, perpindahan operasional bandara juga turut memengaruhi arus pembeli yang sebelumnya banyak melintas di kawasan Kalasan.
"Persaingan sekarang semakin banyak, apalagi sejak bandara pindah, jumlah pelanggan yang lewat juga ikut berkurang. Meski begitu, kami tetap berharap pelanggan terus bertambah dan bisa memberikan harga yang bersaing dengan toko oleh-oleh lainnya," katanya.
Ia menambahkan bahwa ke depan Kondang Gangsar berencana mengembangkan lebih banyak produk olahan sendiri agar memiliki ciri khas unik sekaligus memperkuat daya saing di tengah persaingan bisnis yang kian kompetitif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....