Bisnis Bunga Gina Florist Bertahan di tengah Persaingan

  • 10 Apr 2026 10:09 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Usaha bunga hias masih menjadi pilihan bisnis yang menjanjikan di tengah kebutuhan masyarakat akan berbagai momen emosional. Hal ini terlihat dari aktivitas di Gina Florist yang terus melayani pelanggan dengan beragam kebutuhan, mulai dari perayaan hingga ungkapan duka.

Gina pemilik usaha tersebut, mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada bisnis bunga tidak semata karena hobi, melainkan karena melihat potensi bunga sebagai media ekspresi yang fleksibel. “Karena bedanya itu bunga, bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan,” ujarnya saat ditemui, Jumat 10 April 2026.

Menurutnya, bunga memiliki nilai universal yang dapat disesuaikan dengan berbagai situasi. Ia menjelaskan bahwa satu jenis bunga dapat memiliki makna berbeda tergantung tujuan penggunaannya. “Kalau buat bahagia, mau. Kalau buat bersuka juga bisa. Jadi tergantung fungsinya, keperluannya,” katanya.

Dalam menjaga kualitas produk, Gina menekankan pentingnya perawatan bunga sejak awal hingga sampai ke tangan pelanggan. Proses tersebut meliputi pemotongan batang dan penyimpanan dalam air agar kesegarannya tetap terjaga. “Dirawat lah istilahnya, kayak dipotong rangkainya dan dijaga airnya,” ucapnya.

Rangkaian warna di Gina Florist bukan sekadar indah, tetapi menjadi bahasa perasaan dari suka hingga duka, dirawat segar untuk setiap makna yang ingin disampaikan. (Foto: Isna Fitri Wahyuni)

Ia juga mengungkapkan bahwa pelanggan datang dengan berbagai latar belakang kebutuhan, mulai dari perayaan ulang tahun, acara bahagia, hingga peringatan duka. Hal ini membuat bisnis bunga memiliki dinamika tersendiri dalam pelayanan dan penyediaan produk.

Namun, di balik peluang tersebut, Gina mengakui adanya tantangan besar dalam menjalankan usaha ini, terutama terkait persaingan. Menurutnya, semakin banyak pelaku bisnis bunga membuat kompetisi menjadi lebih ketat. “Tantangannya ya banyaknya yang berbisnis bunga, jadi harus bisa bersaing,” ujarnya.

Meski demikian, Gina tetap optimistis usahanya dapat bertahan dengan menjaga kualitas dan pelayanan. Ia berharap bisnis bunga tidak hanya dilihat sebagai komoditas, tetapi juga sebagai sarana menyampaikan perasaan yang bermakna bagi setiap pelanggan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....