Pentingnya Inovasi, Kolaborasi, dan Dukungan bagi Kesuksesan UMKM Merapi

  • 04 Agt 2026 09:53 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Berdasarkan data, UMKM yang ada di Sleman saat ini berjumlah 110.000 UMKM. Sebagian besar di antaranya yaitu sekitar 99.000 UMKM terdata dalam usaha mikro.

“Tentunya kita melihat seperti apa potensi masing-masing UMKM ini dan nantinya kita bina, kita dampingi sesuai dengan keadaan UMKM tersebut,” ucap J Rahmat Sudrajat selaku Konsultan PLUT Bidang SDM Dinas Koperasi UKM Sleman dalam Dialog Jogja Sore Ini UMKM Bicara Senin, 3 Agustus 2026.

Sejak tahun 2022, Dinas Koperasi UKM Sleman mengkategorikan usaha mikro 1, 2, 3, 4, dan 5. Hal ini dilihat dari berbagai aspek. Seperti SDM, pemasaran, produksi, keuangan (omset) dan perijinan.

Untuk mengembangkan UMKM di Sleman agar naik kelas, Dinas Koperasi UKM Sleman memberikan pelatihan mulai dari pengusaha pemula ataupun tingkat lanjut. Agar pelaku UMKM lebih dekat Dinas Koperasi UKM Sleman, maka dinas membentuk Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT)

Dalam hal urusan pemasaran kepada khalayak, dinas juga mendampingi pelaku UMKM. Teknologi digital pun dilakukan dengan membuat wadah di dunia jejaring dengan nama Sleman Mart.

Salah satu UMKM binaan Dinas Koperasi UKM Sleman adalah Kopi Madu Merapi. Membidik generasi Z yang sering nongkrong di cafe atau coffee shop yang sekarang sedang marak, hal ini menjadi ketertarikan Bayu Dwi Setyawan atau yang akrab disapa Uncle Bayu untuk membuka usaha kopi.

Owner Kopi Madu Merapi ini menambahkan jika awal mula target customer-nya adalah wisatawan yang berkunjung di Desa Wisata Penting Sari dan pengguna Jeep Merapi. Tetapi saat ini permintaan banyak berdatangan dari beberapa Coffee Shop di Yogyakarta setelah usahanya mendapatkan sertifikat indikasi geografis dari Kementerian Hukum (Kemenkum).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....