Onde-Onde Sumeh Hadirkan Cita Rasa Tradisional Favorit Masyarakat Bantul
- 29 Jul 2026 10:05 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul - Usaha kuliner tradisional Onde-Onde Sumeh terus mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu jajanan khas yang diminati masyarakat di Kabupaten Bantul. Berlokasi di Plembutan, Kalurahan Canden, Kapanewon Jetis, toko yang baru beroperasi sekitar satu tahun ini melayani pembelian langsung maupun distribusi ke sejumlah warung, perkantoran, dan kalangan mahasiswa. Dengan mengedepankan cita rasa tradisional, Onde-Onde Sumeh menjadi salah satu pilihan camilan yang banyak dicari masyarakat.
Sujiyem, karyawan Onde-Onde Sumeh, mengatakan proses pembuatan onde-onde masih menggunakan bahan-bahan sederhana dengan resep yang menjaga cita rasa khas. Adonan dibuat dari tepung terigu, gula pasir, telur, wijen, soda, dan bahan pendukung lainnya sebelum diolah menjadi onde-onde siap santap. "Bahan utamanya tepung terigu, gula pasir, telur, wijen, serta bahan lainnya. Semua diolah agar menghasilkan onde-onde yang enak dan tetap memiliki kualitas yang baik," ujarnya.

Dalam sehari, Onde-Onde Sumeh mampu mengolah sekitar enam kilogram tepung terigu yang menghasilkan kurang lebih 360 buah onde-onde. Produk tersebut dijual dengan harga Rp2.000 per buah dan melayani pembelian dalam jumlah satuan maupun partai besar sesuai kebutuhan pelanggan. Permintaan datang dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga pelanggan yang membeli untuk dijual kembali.
Menurut Sujiyem, proses produksi membutuhkan ketelitian agar kualitas produk tetap terjaga. Mulai dari pencampuran adonan, pembentukan, pemberian isian kumbu, hingga proses penggorengan memerlukan waktu sekitar dua jam. "Kalau dihitung dari proses pembuatan adonan sampai selesai digoreng, waktunya kurang lebih dua jam. Semua dikerjakan agar hasilnya tetap bagus," katanya.

Keunggulan lain dari Onde-Onde Sumeh adalah daya tahannya yang relatif lama. Pada suhu ruang, produk ini dapat bertahan hingga sekitar satu minggu, sementara penyimpanan di dalam lemari pendingin membuat masa simpannya menjadi lebih panjang. Hal tersebut menjadi nilai tambah bagi pelanggan yang membeli dalam jumlah banyak maupun untuk oleh-oleh.
Selain melayani penjualan langsung di toko, Onde-Onde Sumeh juga memasok produknya ke sejumlah warung dan menerima pesanan dari berbagai kalangan, termasuk perkantoran dan mahasiswa. Hingga saat ini usaha tersebut masih beroperasi dari satu lokasi dan belum membuka cabang di daerah lain. Seluruh proses produksi dilakukan secara mandiri untuk menjaga konsistensi rasa dan kualitas produk.

Dengan mengandalkan resep tradisional, kualitas bahan baku, dan proses produksi yang terjaga, Onde-Onde Sumeh berharap dapat terus berkembang sebagai salah satu pelaku usaha kuliner lokal di Bantul. Kehadiran produk ini tidak hanya melestarikan jajanan tradisional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekonomi masyarakat melalui usaha mikro yang berbasis pangan lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....