Kuatkan UMKM Batik, Tim UPN Veteran Yogyakarta Lakukan Pendampingan Menyeluruh
- 23 Jun 2026 17:51 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, KLATEN — Sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim pengabdian masyarakat Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta melakukan pendampingan terhadap UMKM Louby Batik. Program yang diketuai oleh Dr. Susanta, M.Si. ini menyasar produsen batik tulis dan cap yang berlokasi di Banyuripan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Kegiatan perdana yang dilaksanakan pada Jumat, 19 Juni 2026 lalu tersebut berfokus pada pengenalan program, pengambilan foto produk untuk kebutuhan media sosial, serta perumusan rencana rebranding secara menyeluruh.
Louby Batik merupakan usaha di sentra batik tradisional Bayat yang dikenal luas dengan produk batik berkualitas. Salah satu keunikannya terletak pada penggunaan pewarna alam (soga) khas yang menghasilkan nuansa warna lebih cerah dan kekuningan dibandingkan dengan batik soga konvensional. Hal ini berpadu dengan motif-motif klasik yang mencerminkan kekayaan warisan budaya lintas generasi.
Meski memiliki potensi budaya dan ekonomi yang tinggi, Louby Batik masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pengelolaan bisnis dan pemasaran. Sistem penjualan masih konvensional seperti pameran lokal, pengepul, serta kunjungan langsung konsumen ke workshop. Di sisi lain, pemanfaatan media digital, marketplace, dan penguatan identitas merek (branding) belum dilakukan secara optimal serta konsisten untuk bersaing di pasar yang kompetitif.
Melihat tantangan Ini, tim UPN Veteran Yogyakarta memandang perlunya rebranding secara menyeluruh. Rekomendasi ini didasarkan pada identitas merek lama yang belum dikenal luas serta belum memiliki ciri pembeda yang kuat di pasar. Selain itu, konten pemasaran digital saat ini dinilai belum mampu merepresentasikan keunikan serta filosofi batik yang diproduksi.
Sebagai langkah awal, tim dari UPN melakukan sesi pemotretan produk siap cetak dan mengusulkan pembuatan beberapa sampel varian produk baru, seperti kain rok dan outer wanita dengan konsep yang lebih segar guna memperluas pangsa pasar.
Pemilik Louby Batik, Agung Prayitno, menyambut baik inovasi yang ditawarkan.
“Saya berharap rebranding ini bisa memulihkan identitas dan ciri khas asli Louby Batik, sehingga menjadi nilai jual yang tinggi bagi produk-produk yang kami tawarkan. Saya berharap tim mendukung penuh setiap pengerjaan ke depannya," ujarnya.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UPN Veteran Yogyakarta, Dr. Susanta, M.Si., mengatakan, pendampingan akan terus berlanjut ke tahap berikutnya. Edukasi akan mencakup pelatihan pengelolaan media sosial, strategi konten digital, pencatatan keuangan bisnis, hingga pengembangan varian produk baru.
Ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki fungsi Tri Dharma yang mencakup Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat.
"Oleh karena itu, dosen berkewajiban mengabdikan ilmunya secara langsung agar kampus memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat," ujarnya, Senin 22 Juni 2026.
Melalui program ini, UPN Veteran Yogyakarta berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi UMKM lokal melalui pendekatan ilmiah yang aplikatif, sekaligus menjaga agar warisan budaya batik Bayat tetap lestari dan relevan di tengah ketatnya persaingan era digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....