Bisnis Motor Bekas di Sleman Bertahan dengan Pelayanan dan Kepercayaan Pelanggan

  • 08 Mei 2026 15:22 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Di tengah persaingan bisnis otomotif yang semakin ketat, usaha jual beli motor bekas Ring Road Motor di kawasan Mlati, Sleman, tetap bertahan dengan mengandalkan kualitas unit dan kepercayaan pelanggan. Showroom milik Haryanto atau yang akrab disapa Basiyo itu telah berdiri sejak tahun 2010 dan melayani jual beli berbagai merek motor bekas. Showroom tersebut beralamat di Ring Road Utara 26 No.21, Jombor Lor, Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Haryanto mengatakan showroom miliknya menerima berbagai jenis motor dari beragam tahun produksi, mulai dari keluaran terbaru hingga motor tahun 2005. Menurutnya, pasar motor bekas masih diminati masyarakat karena harga yang lebih terjangkau dibanding kendaraan baru. “Semua merek kami terima, Yamaha, Honda, Suzuki dan lainnya. Dari tahun muda sampai yang tua juga masih kami beli,” ujarnya saat ditemui Jumat, 8 Mei 2026.

Deretan motor bekas berkualitas di showroom Ring Road Motor tetap menjadi pilihan masyarakat karena menawarkan harga terjangkau dan unit terawat. (Foto: RRI/HE)

Sebelum pandemi Covid-19, Ring Road Motor mampu menjual sekitar 40 unit motor setiap bulan. Namun setelah pandemi, penjualan menurun drastis hingga hanya sekitar 20 unit per bulan. Haryanto menilai kondisi ekonomi masyarakat sangat berpengaruh terhadap daya beli kendaraan bekas.

Meski begitu, motor Honda Beat masih menjadi model yang paling banyak dicari konsumen. Selain harga yang relatif terjangkau, motor tersebut dinilai cocok digunakan semua kalangan, baik laki-laki maupun perempuan. “Honda Beat itu seperti motor segala umat. Semua usia nyaman memakai motor itu karena praktis dan mudah digunakan,” katanya.

Ring Road Motor menghadirkan berbagai pilihan motor bekas dengan kondisi terawat dan harga terjangkau bagi masyarakat. (Foto: RRI/HE)

Untuk menjaga kualitas kendaraan, Haryanto selalu melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum motor dijual kembali. Pemeriksaan meliputi kondisi mesin, riwayat servis, hingga keaslian cat bodi kendaraan. Ia menyebut motor dengan perawatan rutin biasanya memiliki kondisi mesin yang lebih sehat dan nyaman digunakan. “Yang paling penting itu mesin dan riwayat servisnya. Kalau rutin ganti oli biasanya motor lebih awet dan enak dipakai,” ucapnya.

Sebagian besar unit motor diperoleh dari komunitas jual beli kendaraan. Namun setiap motor tetap dicek secara detail sebelum masuk showroom. Jika terdapat kekurangan, pihaknya akan memperbaiki terlebih dahulu agar pelanggan tidak kecewa saat membeli kendaraan.

Di tengah tren pemasaran digital melalui media social, Haryanto mengaku belum memanfaatkan promosi online secara maksimal karena keterbatasan waktu. Meski demikian, ia tetap optimistis usahanya dapat bertahan dengan menjaga kualitas unit dan pelayanan kepada pelanggan. Ia juga berharap kondisi ekonomi nasional segera membaik agar penjualan motor bekas kembali stabil seperti sebelum pandemi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....