UMKM Keripik Belut Bu Bekti di Sleman Bertahan 20 Tahun meski Stok Terbatas
- 31 Jul 2026 07:01 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Selama lebih dari dua dekade, Bu Bekti konsisten mengembangkan usaha keripik belut di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, usahanya tetap bertahan dan menjadi sumber tambahan penghasilan bagi keluarga.
Bu Bekti mengungkapkan, usaha keripik belut yang telah dijalankannya selama 20 tahun tidak lepas dari berbagai kendala. Selain persoalan modal, ketersediaan bahan baku menjadi tantangan terbesar, terutama ketika permintaan pasar meningkat.
"Kalau permintaan banyak, stok belut di Jogja sering kali terbatas," ujar Bu Bekti.
Menurutnya, saat ini sebagian besar pasokan belut diperoleh dari wilayah Malang, Jawa Timur. Belut asal Malang dinilai memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan belut lokal karena ukurannya lebih kecil, teksturnya lebih lembut, dan cita rasanya lebih gurih sehingga sangat cocok diolah menjadi keripik.

Sementara itu, populasi belut di wilayah Sleman sudah tidak sebanyak dulu. Bu Bekti menduga kondisi tersebut dipengaruhi oleh perubahan lahan dan lingkungan yang membuat habitat belut semakin berkurang.
"Belut yang kecil itu lebih lembut dan gurih. Semakin kecil ukurannya, justru harganya semakin mahal karena lebih disukai konsumen untuk dijadikan keripik," jelasnya.
| Baca juga: Pemda DIY Tingkatkan Daya Saing UMKM |
Adapun belut berukuran besar tetap dimanfaatkan sebagai bahan olahan lainnya, seperti oseng-oseng belut dan sambal belut.
Selama menjalankan usaha, Bu Bekti juga pernah menerima dukungan dari pemerintah berupa bantuan peralatan produksi serta program rehabilitasi rumah produksi. Bantuan tersebut dinilai cukup membantu dalam meningkatkan kapasitas usaha.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Bu Bekti mengaku bersyukur usahanya masih dapat bertahan hingga kini. Hasil penjualan keripik belut mampu membantu meningkatkan perekonomian keluarga sekaligus menambah penghasilan suami.
Ia juga berharap semakin banyak perempuan yang memiliki usaha mandiri sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan keluarga.
"Menurut saya, ibu-ibu sekarang memang lebih baik punya penghasilan sampingan. Yang membuat saya paling bahagia tentu saat pesanan dan omzet sedang banyak," ungkapnya.
Rumah produksi keripik belut milik Bu Bekti berlokasi di Klaci 1 RT 05 RW 09, Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Sayegan, Kabupaten Sleman., dengan Label Keripik Belut Sawah. Dari lokasi tersebut, berbagai olahan belut diproduksi dan dipasarkan kepada konsumen yang telah menjadi pelanggan selama bertahun-tahun.
Dengan mempertahankan kualitas produk dan memanfaatkan bahan baku terbaik, UMKM keripik belut Bu Bekti terus berupaya bertahan di tengah persaingan usaha sekaligus menjadi salah satu pelaku ekonomi lokal yang turut menggerakkan sektor UMKM di Sleman. (Rh)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....