Bulan Ramadan Memperkuat Ekonomi Rakyat, Ini Alasannya
- 28 Feb 2026 19:39 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Ketua Dewan Pakar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) DIY Edy Suandi Hamid menyampaikan, momentum bulan Ramadan memperkuat ekonomi rakyat. Sebab, distribusi zakat, infaq dan sedekah berjalan cukup massif.
Menurut Edy Suandi Hamid, transfer daya beli dari kelompok masyarakat berpendapatan tinggi kepada kelompok berpendapatan rendah menimbulkan dampak. Yaitu meningkatkan marginal propensity to consume.
Kelompok berpendapatan rendah langsung membelanjakan dana yang diterima untuk memberli kebutuhan pokok. ”Uang itu berputar di sektor riil dan mayoritas dibelanjakan pada produk-produk lokal UMKM,” katanya, Sabtu, 28 Februari 2026.
Perputaran ekonomi tersebut menciptakan efek multiplier, memperluas kesempatan kerja, dan menjaga rantai ekonomi tetap berjalan. Tradisi mudik juga dinilai turut memindahkan pusat konsumsi dari kota-kota besar ke daerah.
”Sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” katanya. ”Meski dalam konteks dinamika ekonomi global dan nasional, ada semacam tekanan, seperti fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar dan gejolak pasar keuangan.
Namun ia menegaskan bahwa UMKM Indonesia, termasuk di DIY, memiliki karakter tahan banting. Ini berpijak Pengalaman krisis 1998 dan pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa sektor UMKM justru menjadi penyelamat ekonomi nasional.
”Mereka adaptif, fleksibel, dan cepat menyesuaikan diri terhadap perubahan,” katanya. ”Ini sebagai bentuk kecerdasan ekonomi yang lahir dari pengalaman langsung.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....