Warung Nasi Goreng Khas Tegal Andalan Mahasiswa Caturtunggal
- 11 Feb 2026 10:25 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Warung nasi goreng khas Tegal milik Afroni yang berlokasi di Jalan Raya Kledokan, Caturtunggal, Sleman tepatnya di depan Bengkel Timur Jaya Motor, terus bertahan dan berkembang sejak pertama kali berdiri pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020. Usaha kaki lima yang menggunakan gerobak dorong ini menjadi salah satu pilihan kuliner malam bagi mahasiswa dan warga sekitar dengan harga yang terjangkau serta porsi yang mengenyangkan.
Afroni mengatakan, usaha yang dirintisnya telah berjalan selama hampir enam tahun. Ia memulai usaha tersebut dengan modal pinjaman bank sekitar Rp10 juta hingga Rp15 juta untuk membuat gerobak dan membeli perlengkapan memasak. “Warung ini sudah jalan enam tahun, mulai sekitar 2020 waktu masa corona, modal awal saya pinjam bank sekitar 10 sampai 15 juta,” ujarnya.
| Baca juga: Cilor Maklor Si Geboy Laris Manis |
Menu andalan yang paling banyak diminati pelanggan adalah nasi goreng khas Tegal, selain mie goreng dan magelangan. Dalam sehari, Afroni mampu menghabiskan sekitar 6 kilogram beras dan 60 hingga 70 butir telur untuk memenuhi permintaan pelanggan. “Yang paling banyak dipesan nasi goreng biasa, sehari saya habiskan sekitar enam kilo beras, kalau ramai bisa sampai tujuh atau delapan kilo,” katanya.
Pada awal pandemi, Afroni mengaku penjualannya sempat menurun drastis akibat pembatasan aktivitas masyarakat. Namun, seiring berjalannya waktu, usahanya perlahan kembali stabil. Mayoritas pelanggannya adalah mahasiswa yang tinggal di sekitar kawasan Caturtunggal. “Waktu awal Covid memang sepi sekali, tapi lama-lama naik lagi. Sekarang sudah lumayan stabil, apalagi kalau mahasiswa lagi ramai,” ucapnya.

Meski harga bahan pokok seperti beras, telur, dan bumbu sering mengalami kenaikan, Afroni berusaha mempertahankan harga jual agar tetap terjangkau. Ia mengaku hanya dua kali menaikkan harga sejak pertama kali membuka usaha. “Saya berusaha tetap mempertahankan harga supaya pelanggan tidak keberatan, yang penting usaha tetap jalan dan pelanggan juga senang,” ujarnya.
Selain menjaga harga, Afroni juga mengutamakan pelayanan yang ramah kepada pelanggan. Ia menerapkan prinsip senyum, salam, dan sapa dalam melayani pembeli. Menurutnya, sikap tersebut menjadi salah satu kunci agar pelanggan tetap setia. “Kalau usaha seperti ini, yang penting ramah, senyum, dan pelayanan cepat supaya pelanggan nyaman,” katanya.
Salah satu pelanggan Anjani, mengaku puas dengan rasa dan pelayanan di warung tersebut. Ia menilai nasi goreng yang disajikan memiliki cita rasa yang lezat dengan porsi yang melimpah. “Nasi gorengnya enak, porsinya banyak, harganya juga bersahabat. Pelayanannya cepat walaupun lagi ramai, cocok buat yang lapar malam-malam,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....