Empat Puluh Tahun Rujito Setia Jual Mie Ayam

  • 05 Feb 2026 20:23 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Di tengah hiruk pikuk aktivitas di kawasan Mangkubumi, sosok Rujito tetap setia mendorong gerobak mie ayam berwarna biru miliknya. Pria yang akrab disapa Pak Rujito ini telah menjalani profesinya sebagai pedagang mie ayam keliling selama lebih dari 40 tahun. Tanpa tempat mangkal tetap, ia menyusuri sejumlah titik setiap hari demi mencari nafkah.

Rute harian Pak Rujito meliputi beberapa lokasi, mulai dari sekitar Radio republic Indonesia (RRI) Yogyakarta, Masjid Syuhada, Kali Code, Tugu Jogja hingga Jalan Mangkubumi. Ia memilih berjualan keliling karena keterbatasan sarana yang dimiliki, sehingga gerobak dorong menjadi andalannya sejak awal berjualan. “Sudah sekitar 40 tahun lebih jualan mie ayam keliling. Saya tidak punya kendaraan lain, jadi jualannya keliling seperti ini saja,” ujarnya.

Meski telah berjualan selama puluhan tahun, Pak Rujito mengaku kondisi penjualan cenderung stabil. Penghasilannya memang tidak besar, namun cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia tidak mematok target keuntungan tinggi, melainkan bersyukur selama masih bisa makan dari hasil berdagang. “Penjualannya stabil saja, cukup untuk makan. Kalau tabungan memang tidak punya, yang penting bisa makan dari hasil jualan ini,” katanya.

Caption Foto: Semangkuk mie ayam racikan Pak Rujito, hasil dari 40 tahun ketekunan usahanya bukti perjuangan yang gigih. (Foto: Valen)


Dalam satu hari, Pak Rujito biasanya menghabiskan sekitar dua hingga tiga kilogram ayam, serta menyiapkan hingga empat kilogram mie, tergantung jumlah pembeli. Ia juga meracik sendiri bumbu ayam dan kecap asin untuk menjaga cita rasa khas mie ayamnya. Meski harga bahan baku seperti ayam, cabai, dan bawang pernah mengalami kenaikan, ia tetap bertahan dan menilai usahanya masih berjalan normal. Mayoritas pelanggan Pak Rujito berasal dari kalangan karyawan di sekitar wilayah yang dilaluinya.

Salah satu pelanggan setianya Putri, mengaku sudah lama menyukai mie ayam buatan Pak Rujito. Ia menilai cita rasa mie ayam tersebut memiliki keunikan tersendiri dibandingkan pedagang lain.

“Mie ayam gerobak favorit aku. Bumbu ayamnya Pak Rujito beda, manis gurihnya pas dan mienya nggak lembek. Porsinya juga banyak, padahal harganya murah,” ucapnya.

Di usianya yang tidak lagi muda, Pak Rujito tidak memiliki rencana untuk membuka cabang usaha. Ia menyadari keterbatasan tenaga menjadi alasan utama untuk tetap mempertahankan usahanya secara sederhana. Meski demikian, ia berharap usahanya bisa terus berjalan lancar dan pelanggannya tetap merasa nyaman. “Harapannya semoga usaha ini bisa terus lancar dan pelanggan tetap nyaman. Saya cuma ingin terus bisa jualan seperti ini,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....