Happy Sweet Dessert Bertahan ditengah Dinamika Alkid
- 12 Apr 2026 04:38 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Di tengah dinamika aktivitas pedagang kaki lima di kawasan Alun-Alun Kidul (Alkid), pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tetap berupaya mempertahankan usahanya. Salah satunya adalah Happy Sweet Dessert, bisnis kuliner milik Ivan yang telah berjualan selama empat tahun di kawasan tersebut. Usaha ini menjadi salah satu pilihan jajanan manis yang cukup diminati, khususnya oleh kalangan mahasiswa.
Ivan mengungkapkan bahwa waktu paling ramai biasanya terjadi pada sore hingga malam hari. Meski demikian, tingkat keramaian tidak selalu konsisten setiap harinya. “Biasanya sih dari sore sudah mulai ramai, tapi memang tidak selalu penuh. Tergantung kondisi juga,” ujarnya.
Menurutnya, mayoritas pelanggan yang datang merupakan mahasiswa yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut. Namun, pada momen tertentu seperti libur panjang, jumlah pengunjung dari luar daerah juga meningkat. “Kalau di Alkid itu kebanyakan mahasiswa, tapi kalau long weekend biasanya warga luar juga banyak yang datang,” katanya.
Selama menjalankan usaha, Ivan juga mengaku memiliki berbagai pengalaman menarik dengan pelanggan. Ia kerap menjumpai pelanggan lama yang kembali datang, bahkan setelah waktu yang cukup lama. “Ada yang dulu datang sama pacarnya, terus beberapa bulan kemudian datang lagi dengan cerita yang berbeda. Bahkan ada yang sudah lulus, pulang ke daerah asalnya, tapi balik lagi ke sini karena kangen,” ucapnya.

Keputusan Ivan untuk berjualan di kawasan Alkid bukan tanpa alasan. Ia memilih lokasi tersebut karena kedekatannya dengan tempat tinggal. Selain itu, kondisi ekonomi pasca pandemi juga menjadi faktor pendorong dirinya beralih ke sektor usaha mandiri. “Kebetulan rumah saya dekat sini, dan setelah Covid pekerjaan saya berkurang drastis, jadi akhirnya memutuskan untuk jualan,” ujarnya.
Namun, Ivan juga menghadapi tantangan, termasuk isu terkait pelarangan aktivitas jual beli di kawasan Alkid. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi para pelaku UMKM yang menggantungkan penghasilan di lokasi tersebut. Meski begitu, ia tetap berharap bisa terus menjalankan usahanya. “Harapannya sih tidak muluk-muluk, yang penting masih bisa tetap jualan dulu. Soal pengembangan nanti mengikuti kondisi masing-masing UMKM,” katanya.
Di tengah ketidakpastian tersebut, keberadaan usaha seperti Happy Sweet Dessert menjadi bukti ketahanan pelaku UMKM dalam menghadapi berbagai tantangan. Dengan dukungan lingkungan dan konsumen, para pelaku usaha kecil diharapkan dapat terus bertahan dan berkembang di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....