Bank Indonesia Sebut Rentang Inflasi DIY Masih Terjaga
- 26 Jul 2026 20:20 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo memastikan, rentang inflasi daerah pada bulan Juni 2026, masih dikisaran 2,91 persen. Kisaran inflasi itu, lebih rendah dari inflasi nasional sebesar 3,34 persen.
Melihat perkembangan Inflasi ini, maka ia optimis pada 2026 diperkirakan, inflasi terjaga dalam rentang sasaran nasional. ”Yaitu di kisaran 2,5 hingga 1 persen, namun syaratnya pasokan bahan pokok strategis terjaga,” katanya, Minggu, 26 Juli 2026.
Selain itu, Sri Darmadi juga menyebut tiga tantangan utama, untuk menjaga rentang inflasi. Pertama, dinamika cuaca dan potensi El Nino yang dapat menurunkan produktivitas tanaman pangan, hortikultura, dan ternak.
Kemudian yang kedua, rambatan kenaikan harga energi global terhadap harga BBM nonsubsidi. Hal ini berpotensi berdampak pada produk turunan minyak serta komoditas pangan.
Sedangkan yang ketiga, meningkatnya kunjungan wisatawan dapat memberikan dampak kenaikan permintaan konsumsi yang secara historis. Hal ini memberi dampak inflasi musiman.
Maka, Bank Indonesia DIY memberi tiga rekomendasi utama yang perlu ditindaklanjuti melalui sinergi TPID se-DIY. Pertama dengan memperkuat mitigasi rambatan kenaikan harga energi.
”Melalui fasilitasi distribusi pangan dan pasar murah,” ujarnya. ”Memastikan, ketersediaan kuota BBM bersubsidi untuk kegiatan pertanian.”
Kedua memperkuat antisipasi risiko El Nino, melalui pemetaan wilayah terdampak. Hal ini bisa ditindaklanjuti melalui kegiatan Sekolah Lapang Iklim bagi Petani, sinergi modifikasi cuaca dengan BMKG, dan pengembangan benih unggul.
Dan yang ketiga, meningkatkan akurasi perencanaan kebutuhan pangan daerah, melalui pemanfaatan data geoportal dan mobilitas masyarakat dalam penyusunan rencana pangan. Hal ini bisa menjadi dasar kerjasama antar daerah yang efektif dan efisien.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....