MinyaKita Alami Kenaikan, Pelaku UMKM Memilih Pindah ke Minyak Curah

  • 22 Apr 2026 22:19 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Belakangan ini harga minyak goreng kemasan di Kota Yogyakarta mengalami kenaikan. Kenaikan terjadi pada semua merek minyak goreng kemasan, termasuk MinyaKita. Berdasarkan pantauan RRI di Pasar Kranggan, harga MinyaKita bahkan menyentuh harga Rp 22.000 perliter. Harga ini naik dari harga sebelumnya yakni Rp18.000, bahkan jauh dari harga eceran tertinggi (HET) yang seharusnya dibanderol dengan harga Rp15.700 perliter.

Salah satu pedagang sembako di Pasar Kranggan, Lina mengaku kerap menerima keluhan dari para pelaku UMKM imbas dari kenaikan harga ini. Sebagian pelanggannya bahkan beralih dari minyak goreng kemasan menjadi minyak goreng curah. Menurutnya, harga minyak goreng curah terbilang lebih stabil dibandingkan minyak goreng kemasan.

“Larinya kalau minyaKita tidak ada, lari ke curah karena masih terjangkau lah. Dia beratnya satu kilogram,” kata Lina saat ditemui di Pasar Kranggan, Selasa, 21 April 2026.

Lina menambahkan minyak goreng curah bahkan sempat mengalami penurunan harga sebesar Rp2.000 dan kini dibanderol dengan harga Rp23.000 perkilogram. Selain beralih ke minyak curah, sebagian pelanggannya terpaksa beralih ke minyak goreng kemasan lainnya dengan harga yang terbilang tinggi. Merek lain bahkan sudah naik harga dua kali dan kini menyentuh Rp 25.000 perliter. Lina mengaku sempat menerima keluhan dari pelaku UMKM yang keberatan dan bingung menyikapi kenaikan harga minyak goreng.

“Sekarang minyaknya mahal, kalau harga dinaikkan belum tentu pembeli mau beli. Dinaikkan Rp 500 saja nanti belum tentu mau itu. Jadi kesusahan, mau dikecilkan mereka (pedagang) tidak mau. Terutama yang jual matengan-matengan, snack-snack itu yang tidak bisa bergerak itu,” ujar Lina.

Lina mengaku kenaikan harga minyak goreng ini tak mempengaruhi omzet penjualannya sehari-hari. Sebab, menurutnya penjualan komoditas lainnya terbilang stabil. Dia berharap ketersediaan pasokan MinyaKita ke depan tak lagi langka. Di sisi lain, dia juga berharap harga komoditas minyak goreng pada semua merek bisa kembali terkendali.

Ya sebisa mungkin kalau bisa ya ada lagi minyak-minyak untuk rakyat-rakyat yang mereka memang kemampuannya di bawah. Kasihan juga kalau mau harus beli yang terlalu tinggi buat jualan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....