Rakernas APJI, Sultan Dorong Perkuatan Ekosistem Riset Pangan
- 04 Jun 2026 07:26 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 3-5 Juni 2026, di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta yang diikuti 500 peserta dari pengurus dan anggota APJI dari 29 Dewan Pengurus Daerah (DPD) seluruh Indonesia serta jejaring internasional APJI di Australia, Belanda, dan Inggris Raya.
Mengusung tema 'Konsolidasi Nasional dan Pengokohan Organisasi Menuju APJI sebagai Mitra Strategis Utama Jasaboga', Rakernas ini menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan kapasitas anggota, serta mempertegas peran APJI sebagai mitra strategis pemerintah dan pemangku kepentingan dalam pengembangan industri jasaboga nasional.
Ketua Umum APJI, Tashya Megananda Yukki mengatakan, industri jasaboga memiliki peranan penting dalam menopang perekonomian Indonesia. Tercatat, kontribusinya bersama industri makanan dan minuman menyentuh hampir 10 persen dari PDB nasional atau setara dari Rp2.300 triliun dan menyumbang sekitar 38 persen PDB sektor ekonomi kreatif.
Bahkan per Agustus 2025 sektor ini lanjut Tashya, menyerap 11,7 juta tenaga kerja, dengan perkembangan jumlah usaha penyediaan makan minum telah melampaui 4,85 juta atau naik 21 persen sejak tahun 2016 dengan perputaran omset mencapai Rp998 triliun.
"Jika dilihat dampak serapan tenaga kerja hitungan kami, para pengusaha anggota APJI yang sebanyak 3.500 sampai 4.000 pengusaha, mampu membuka sebanyak lebih dari 900 ribu tenaga kerja dari sisi hulu hingga ke hilir. Dengan kata lain, sekitar 10 persen serapan tenaga kerja pada sektor jasa boga nasional berasal dari anggota APJI," ujarnya.
Yogyakarta dipilih menjadi tuan rumah Rakernas APJI 2026, karena kota ini mampu menjaga warisan budaya dan kuliner Nusantara.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan, peradaban Jawa mewariskan laku luhur yang selaras di mana pangan dipandang sebagai sebentuk doa yang kasat mata. Pangan bukan semata untuk memuaskan lapar jasmani, melainkan sebagai jalan spiritual menuju keseimbangan raga dan jiwa selaras dengan sasanti Saras Lumantar Bojo.
Sultan menyebutkan, falsafah ini lahir jauh sebelum era laboratorium canggih dan kecerdasan buatan. Namun ia telah lebih dahulu memahami kebenaran yang kini dibuktikan oleh sains modern, bahwa kesehatan sebuah bangsa bermula dari kualitas apa yang masuk ke dalam tubuh warganya.
"Perkenankan saya mengucapkan selamat datang dan menyambut hangat kehadiran seluruh insan jasaboga Indonesia di Yogyakarta sebagai salah satu pilar peradaban bangsa," ucapnya.
Sultan memandang tema yang dibawa dalam Rakernas APJI 2026 sebagai pernyataan bahwa APJI, menyatakan dirinya bukan lagi sekedar pengamat di tepi panggung kebijakan, melainkan aktor strategis yang ikut menentukan arah kedaulatan pangan bangsa. Hal ini selaras dengan riset yang menunjukkan bahwa industri jasaboga harus mampu menjawab tantangan global, terutama isu keamanan pangan yang tidak merata terutama di negara-negara berkembang akibat keterbatasan infrastruktur dan kompetensi sumber daya manusianya.
"Industri jasaboga juga dituntut memenuhi standar higienitas yang terukur, kandungan gizi yang terverifikasi serta rantai pasok yang terpantau dari hulu ke hilir. Di sinilah letak relevansi dan ruang hikmat APJI, yang sesungguhnya peran sebagai mitra riset berkelanjutan," ujarnya, menambahkan.
Sultan mendorong, agar industri jasaboga bisa terus berkembang dan bertransformasi terutama dalam pemanfaatan teknologi tepat guna mulai dari mekanisasi dapur hemat energi, teknik preservasi bahan baku lokal tanpa bahan kimia berbahaya, hingga digitalisasi manajemen inventaris yang inklusif dan bermanfaat pula bagi pelaku usaha skala mikro dan menengah.
"Saya mendorong APJI, untuk tidak berhenti pada konsolidasi organisasi, melangkahlah lebih jauh untuk turut membangun ekosistem riset terapan berkelanjutan. Bersama perguruan tinggi, UMKM, serta mitra-mitra strategis lainnya, jadikan dapur-dapur anggota APJI sebagai laboratorium hidup sekaligus dapur peradaban, sebuah ruang di mana gastronomi Nusantara dirawat," ucapnya, melanjutkan.
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya dalam video sambutan menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota APJI. Menurutnya, penyelenggaraan Rakernas APJI ke-10 sebagai momentum untuk memperkuat konsolidasi industri, meningkatkan standar keamanan pangan dan mendorong daya saing jasa boga Indonesia.
"APJI merupakan mitra strategis yang memiliki peran penting, dalam membangun industri jasa boga yang profesional, adaptif, dan berdaya saing. Kementerian Ekonomi Kreatif akan terus berkolaborasi dengan APJI untuk memperkuat ekosistem kuliner nasional, menciptakan nilai tambah, dan membuka lebih banyak peluang usaha serta lapangan kerja," ujarnya, mengungkapkan.
Teuku menegaskan, kuliner bukan hanya tentang makanan, tetapi sebuah cermin budaya, kreativitas, dan identitas bangsa. Sebagai subsektor dengan kontribusi terbesar terhadap PDB ekraf dan penyerapan tenaga kerja, kuliner memiliki peran strategis sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
"Saya berharap Rakernas APJI ke-10 dapat melahirkan gagasan dan kolaborasi yang konkret bagi kemajuan industri jasa boga Indonesia. Selamat dan sukses atas penyelenggaraan Rakernas Abdi ke-10. Semoga Abdi terus menjadi organisasi yang solid dan membawa industri jasa boga Indonesia semakin maju," ujarnya, mengakhiri.
Penguatan subsektor kuliner menjadi salah satu prioritas Kementerian Ekonomi Kreatif melalui peningkatan kualitas, inovasi, standarisasi, dan akses pasar. Selain itu, melalui Rakernas APJI 2026, organisasi berharap dapat menghasilkan rekomendasi dan program kerja yang mampu memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong pertumbuhan industri jasaboga Indonesia yang profesional, aman, berkualitas, dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....